u2-WhatsApp-Image-2025-09-23-at-21.05.01
“Belajar Ngaji Privat VS Publik”

Rini Nurlianty Orang Tua Nyak Khalila kelas 4 Al-Barru

Belajar mengaji merupakan kebutuhan penting bagi setiap ummat muslim, baik anak-anak maupun orang dewasa. Dalam prakteknya, ada dua pilihan umum yang sering dipilih oleh masyarakat, yaitu belajar secara privat (dengan ustadz/ustadzah khusus) dan secara publik ( bersama-sama di TPQ, madrasah ataupun majelis ta’lim). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa dipertimbangkan.
Belajar mengaji secara privat biasanya lebih fokus pada individu. Siswa mendapatkan perhatian penuh dari guru sehingga kesalahan bacaan dapat langsung diperbaiki. Metode ini juga lebih fleksibel dalam hal waktu dan tempat. Namun biaya belanja privat relatif lebih mahal dan interaksi sosialnya terbatas karena hanya berfokus kepada satu atau sedikit murid.
Sementara itu, belajar mengaji secara publik memberikan pengalaman kebersamaan. Seseorang bisa termotivasi ketika melihat teman-temannya juga belajar. Biayanya biasanya lebih terjangkau, bahkan ada yang gratis di mesjid, meunasah atau mushalla. Kekurangannya, perhatian ustadz dan ustadzah tidak bisa maksimal karena harus membimbing banyak santri sekaligus. Selain itu, perbedaan kemampuan membaca bisa membuat sebahagia murid merasa tertinggal atau kurang percaya diri.
Pada akhirnya, pilihan antara belajar mengaji privat atau publik bergantung pada kebutuhan, kondisi serta tujuan masing-masing individu. Jika ingin fokus pada memperbaiki bacaan dengan cepat, belajar mengaji privat bisa menjadi solusi. Namun, jika ingin merasakan suasana kebersamaan dan biaya lebih ringan, belajar mengaji secara publik bisa lebih tepat. Yang terpenting adalah niat tulus untuk mendekatkan diri pada Al-Qur’an, apapun jalannya.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...