Rini Nurlianty Orang Tua Nyak Khalila kelas 4 Al-Barru
Belajar mengaji merupakan kebutuhan penting bagi setiap ummat muslim, baik anak-anak maupun orang dewasa. Dalam prakteknya, ada dua pilihan umum yang sering dipilih oleh masyarakat, yaitu belajar secara privat (dengan ustadz/ustadzah khusus) dan secara publik ( bersama-sama di TPQ, madrasah ataupun majelis ta’lim). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa dipertimbangkan.
Belajar mengaji secara privat biasanya lebih fokus pada individu. Siswa mendapatkan perhatian penuh dari guru sehingga kesalahan bacaan dapat langsung diperbaiki. Metode ini juga lebih fleksibel dalam hal waktu dan tempat. Namun biaya belanja privat relatif lebih mahal dan interaksi sosialnya terbatas karena hanya berfokus kepada satu atau sedikit murid.
Sementara itu, belajar mengaji secara publik memberikan pengalaman kebersamaan. Seseorang bisa termotivasi ketika melihat teman-temannya juga belajar. Biayanya biasanya lebih terjangkau, bahkan ada yang gratis di mesjid, meunasah atau mushalla. Kekurangannya, perhatian ustadz dan ustadzah tidak bisa maksimal karena harus membimbing banyak santri sekaligus. Selain itu, perbedaan kemampuan membaca bisa membuat sebahagia murid merasa tertinggal atau kurang percaya diri.
Pada akhirnya, pilihan antara belajar mengaji privat atau publik bergantung pada kebutuhan, kondisi serta tujuan masing-masing individu. Jika ingin fokus pada memperbaiki bacaan dengan cepat, belajar mengaji privat bisa menjadi solusi. Namun, jika ingin merasakan suasana kebersamaan dan biaya lebih ringan, belajar mengaji secara publik bisa lebih tepat. Yang terpenting adalah niat tulus untuk mendekatkan diri pada Al-Qur’an, apapun jalannya.
