IMG-20260326-WA0005
Indepth Report “Tradisi Ziarah Kubur Lebaran di Aceh Tetap Terjaga, Warga Padati TPU”

Aceh — Menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri, masyarakat di berbagai wilayah Aceh kembali melaksanakan tradisi ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal dunia. Tradisi ini berlangsung khidmat dan menjadi bagian penting dari budaya religius masyarakat setempat.

 

Di sejumlah daerah seperti Banda Aceh dan Aceh Besar, tempat pemakaman umum (TPU) dipadati warga sejak pagi hari. Mereka datang bersama keluarga untuk membersihkan makam, menabur bunga, serta memanjatkan doa bagi arwah orang tua, kerabat, dan leluhur.

 

Salah seorang warga mengatakan bahwa ziarah kubur sudah menjadi tradisi turun-temurun yang tidak pernah dilewatkan saat Lebaran.

 

Selain sebagai bentuk penghormatan, tradisi ini juga mempererat hubungan keluarga. Banyak perantau yang pulang kampung memanfaatkan momen Lebaran untuk berziarah bersama sanak saudara.

 

Pemerintah daerah setempat turut mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan area pemakaman serta menghindari kegiatan-kegiatana yang bertentangan dengan ajaran agama. Petugas kebersihan juga dikerahkan untuk membantu menjaga kondisi lingkungan tetap rapi selama adanya kunjungan.

 

Tradisi ziarah kubur di Aceh tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi sarana refleksi spiritual bagi masyarakat. Dengan mendoakan yang telah meninggal, warga diingatkan akan pentingnya kehidupan akhirat serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Hingga kini, tradisi tersebut tetap lestari dan menjadi salah satu ciri khas perayaan Lebaran di Aceh yang sangat bermakna dan penuh kebersamaan.

Oleh : Shaffana Nafisah, S.Pd

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...