‘Kegiatan Membaca Senyap MIN 27 Aceh Besar”

 

Rabu 14  Agustus 2024
MIN 27 Aceh Besar malaksanakan kegiatan membaca senyap yang dilakukan seminggu sekali setiap hari Rabu, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin mingguan dari program perpustakaan MIN 27 Aceh Besar. Program ini sudah berlangsung sejak tahun 2019 hingga saat ini.

Kegiatan ini di ikuti oleh Seluruh siswa mulai dari kelas 1 – 6 yang di laksanakan di halaman Madrasah, semua siswa diwajibkankan membawa buku cerita seperti komik, cerita rakyat, novel, dan buku lainya. proses pelaksanaannya dipandu oleh Maisyarah sebagai ketua perpustakaan , pustakawan Wildanum Nafsiah dan Nurhayati.Seluruh siswa diberi waktu 15 menit untuk membaca buku, setelah waktunya habis anak – anak diberi kesempatan untuk menceritakan kembali isi buku bacaannya. Disetiap minggunya perwakilan kelas mendapat kesempatan untuk menceritakan isi bacaannya.
Kegiatan ini juga di melibatkan semua guru untuk mendampingi siswa-siwi di lapangan. Dengan adanya program membaca senyap siswa – siswi dapat meningkatkan:
1.memingkatkan minat literasi dalam membaca
2. menambah wawasan dan pengetahuan
3. Memperbanyak kos kata
4. Meningkat rasa percaya diri
5. Meningkat konsentrasi
6. Meningkat daya ingat
7. Meningkat keterampilan menulis
8. Meningkat kreatifitas dan imajinasi
9. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bahasaManfaat yang didapat pada kegiatan membaca senyap ialah membentuk bakat minat siswa-siswi dalam bercerita seperti menjadi pendongeng.Madrasah MIN 27 Aceh Besar sangat menfokuskan program membaca senyap ini, sebagaimana pencapaian yang diperoleh oleh MIN 27 Aceh Besar dapat mempertahankan sekolah percontohan literasi Nasional selama 2 tahun berturut – turut.Kepala madrasah MIN 27 Aceh Besar Ibu Naswati sangat mendukung program membaca senyap yang di buat oleh perpustakaan

Oleh: Wildanum Nafsiah, S.IP

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...