Oleh: Azkia Aprillia Eliza
Kelas : 6 Al-‘Alim
Hallo teman-teman,,, perkenalkan nama saya Azkia Aprillia Eliza. Saat ini saya duduk di bangku kelas enam MIN 27 Aceh Besar. Saya adalah seorang siswi yang sangat tertarik atau menyukai seni. Salah satu seni yang saya sukai adalah mendongeng dan monolog.
Awal mula saya menyukainya…
Saat sedang makan siang bersama di acara perjusami di MIN 27 Aceh Besar. Tiba-tiba ibu kepala madrasah memanggil saya dan berkata, “Azkia kamu nanti ikut monolog, ibu yang ajarin” kata ibu Naswati kala itu. Saat sempat terdiam sejenak dan berfikir, apa itu monolog..?!
Beberapa hari berikutnya, saya dipanggil ke ruang ibu kepala madrasah. Di situ saya sempat gemetar dan bingung, kenapa saya dipanggil ke ruang ibu kepala madrasah, apa salah saya..?!
Tiba-tiba ibu Naswati mengeluarkan kertas yang bertuliskan cerita tentang ” Alibaba”. Saya di suruh baca dan hafal secara perlahan-lahan. Saya diajarkan bagaimana cara memahami percakapan demi percakapan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. Alur demi alur saya fahami dan dan mulai menghafal cerita Alibaba. Monolog itu bukan seperti mendongeng. Tetapi monolog itu adalah saya hanya memerankan tokoh yang ada dalam cerita tersebut dan memerankan alur ceritanya. Dari situ saya baru faham apa itu monolog.
Setiap hari saya mengikuti latihan. Walaupun latihan tersebut di ruang ibu kepala madrasah yang berAC, namun saya tetap merasa lelah dan bosan.
Pada hari perlombaan pun tiba. Saya dipakaikan baju yang sangat bagus. Perlombaan hari di Pesantren Al-Manar. Sebelum berangkat, saya sempat menangis karena takut tidak bisa tampil maksimal. Ibu Reza dan Ibu kepala madrasah menguatkan dan meyakinkan saya bahwa saya bisa.
Sesampainya di tempat perlombaan, jantung saya berdebar kencang. Saya dipakaikan nomor undian. Kemudian saya dipanggil untuk naik ke panggung. Jantungku semakin berdebar kencang,,, tetapi saya yakin bahwa saya bisa menampilkan yang terbaik. Dan tibalah pada hari pengumuman. Saya takut jika tidak menang dan tidak mendapatkan juara akhirnya,,, Alhamdulillah saya mendapatkan juara-1 perlombaan monolog. Rasa capek dan lelah latihan terbayarkan oleh rasa senang dan bahagia.
Tidak sampai di situ. Hari-hari berikutnya, saya mengikuti banyak perlombaan seperti mendongeng antar sekolah, tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Untuk perlombaan di tinggal kabupaten saya membawakan cerita yang berjudul “si kecil yang mendapatkan juara-1”. Pada perlombaan di tingkat provinsi Saya belum beruntung. Nah teman-teman, di sana juri yang menilai memberikan waktu hanya maksimal 8 menit. Sedangkan mendongeng pada umumnya membutuhkan waktu 15 sampai 20 menit.
Teman-teman tau tidak,,, ternyata di hari pengumuman Saya dan ibu guru mengalami kecelakaan dan luka ringan. Dari situ saya hanya mampu bersabar menerima kenyataan dan menyadari bawa jalan tidak selalu mulus dan lurus.
Saya mendapatkan Juara-2 monolog dan Juara-3 bercerita tingkat Nasional dan masih banyak lagi juara yang saya dapatkan pada perlombaan antar sekolah.
Saya sangat-sangat bersyukur sudah sampai ke titik ini dimana saya mendapatkan banyak ilmu. Saya mengucapkan terimakasih kepada ibu kepala madrasah MIN 27 Aceh Besar ibu Naswati, S.Ag yang sudah sangat banyak membimbing saya hingga saya mendapatkan banyak juara. Terimakasih juga kepada ibu dan bapak guru yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya.
Demikianlah cerita singkat dari seorang Azkia Aprillia Eliza yang suka dengan seni. Ambillah manfaat dan makna dari cerita saya bahwa jalan tidak selalu lurus pasti akan ada hambatan dan rintangannya
