
PUISI “PERJUANGANKU DENGAN ES KRIM”
Dulu jalan jalan kota… lorong lorong desa… menjadi sahabat setiaku Sepeda motor melaju menembus panasnya matahari Diantara terpaan debu jalanan Tong berisi es krim ku jajakan Karya tanganku sendirinafkah yang ku cari hari demi hariTanpa ada keluh kesah Ada pandangan miring…senyum penuh sindiran…Dari kerabat…dari sahabat Mereka pandang pekerjaanku tak berharga dan rendah Seolah dinginnya es























