Di sebuah ruang kelas, setiap pagi terdengar suara riuh 32 anak kelas 3. Ada yang membaca, ada yang berhitung, ada yang saling mengingatkan untuk merapikan buku.
Mereka anak-anak yang luar biasa. Patuh, rajin, dan sangat sayang pada kelasnya. Setiap hari mereka merawat kelas dengan tanggung jawab, meski ruang gerak kami terbatas.
Keterbatasan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti belajar.
Di sela waktu, kami tetap mengaji. Iqra’ demi Iqra’ kami lewati bersama. Alhamdulillah, satu per satu anak mulai lancar. Ada yang dulu kesulitan menghafal perkalian 2, kini sudah hafal dan bangga. Itu hasil dari kesabaran, doa, dan 30 menit tambahan setiap pulang sekolah.
Kami juga punya “tutor sebaya”. Anak yang sudah bisa akan mengajari temannya. Karena kami percaya, belajar paling indah adalah ketika kita belajar bersama.
Saya belajar banyak dari mereka. Tentang sabar. Tentang syukur. Tentang semangat yang tidak diukur dari luasnya tempat, tapi dari luasnya niat dan cinta pada ilmu.
Terima kasih untuk semua doa dan dukungan Bapak/Ibu.
Doakan kami terus ya. Semoga anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan bermanfaat.
Karena bagi kami, setiap hari di kelas adalah hadiah.
Dan setiap kemajuan kecil anak, adalah kemenangan besar bagi seorang guru.
Persgu: Nur Afni,S.Pd.I

