WhatsApp-Image-2026-03-12-at-08.14.59
Artikel “Berdoa di awal pembelajaran”

Oleh: Erlina

Berdo’a merupakan salah satu langkah awal sebelum memulai pelajaran, selain
menyiapkan buku atau merapikan kelas. Berdo’a bukan hanya rutinitas semata, namun dibaliknya tersimpan makna mendalam yang mampu mengubah
proses belajar mengajar di kelas menjadi
berkualitas. Dengan berdo’a kita mengakui bahwa setinggi apapun ilmu yang
dikejar, namun segala kebijaksanaan berasal dari Allah.

Doa menjadi kunci pembuka pintu ilmu yang paling utama. Berikut poin poin penting yang menjadi landasan dalam berdoa di kelas:
* Membantu siswa beralih dari hingar bingar kelas menjadi lebih focus ke
dalam diri, sehingga menciptakan ketenangan dan kenyamanan.
* Dengan berdo’a peserta didik diingatkan bahwa menuntut ilmu adalah
ibadah dan upaya untuk memperbaiki diri. Ketika peserta didik berdo’a
dengan khusyuk maka akan melahirkan ketekunan dan semangat dalam
menghadapi proses belajar mengajar di kelas, peserta didik tidak akan
mudah menyerah ketika menghadapi materi yang sulit.
* Dengan berdo’a mengajarkan kita bahwa setinggi apapun kecerdasan
manusia, ada batasan yang dimilikinya, sehingga dia menjadi pribadi yang
rendah hati dan tidak pernah merasa sombong.
* Berdo’a adalah salah satu cara untuk mendapatkan keberkatan ilmu dan
memohon agar ilmu tersebut tidak hanya mampir di pikiran sebagai
hafalan, tetapi meresap ke relung hati dan terwujud dalam prilakunya.

Ilmu yang berkah adalah ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Do’a adalah jembatan yang menghubungkan kesiapan diri untuk memulai sesuatu dengan ketajaman pikiran. Tanpa do’a ilmu hanya mampir dikepala, namun dengan berdo’a ilmu akan meresap kedalam jiwa. Membentuk karakter yang tangguh dan melahirkan kebijaksanaan yang
bermanfaat.

Mengawali proses belajar mengajar tidak memerlukan waktu yang lama, namun mempunyai dampak yang luar biasa bagi peserta didik, dengan berdo’a tidak hanya menciptakan peserta didik yang cerdas secara intelektual, akan tetapi juga kuat secara spiritual.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...