Screenshot_2026-09-22-15-36-50-838_com.dubox_.drive-edit
Artikel “Musalla Al-Fattah, Tempat Murid dan Guru MIN 27 Aceh Besar Menguatkan Iman dengan Ibadah dan Ilmu Pengetahuan. “
 
Bagi seorang muslim, masjid bukan saja menjadi tempat beribadah. Masjid juga dianggap sebagai pusat peradaban dan ilmu pengetahuan. Keterikatan masjid dengan dunia ilmu pengetahuan menjadikan keberadaannya menjadi terasa dekat serta bermanfaat dalam lembaga-lembaga pendidikan. Dalam skala yanglebih kecil dapat dijumpai masjid yang disebut mushalla di sekolah atau madrasah. Musalla dapat juga dijumpai di MIN 27 Aceh Besar. Musalla yang diberi nama Al-Fattah tersebut memiliki berbagai kegiatan yang dirancang sedemikian rupa sehingga mendukung kegiatan pembelajaran siswa di madrasah.
Kegiatan shalat zhuhur berjamaah dilakukan secara rutin dari hari senin hingga kamis. Secara bergiliran, siswa dari setiap kelas yang telah dijadwalkan mengisi kegiatan tersebut. Beberapa orang guru ditugaskan untuk membimbing serta mengawasi siswa dalam melaksanakan kegiatan ini. Siswa laki-lali secara bergantian diberi amanah untuk mengumandangkan adzan serta imam shalat. Hal ini mengajarkan kepada para siswa untuk terbiasa melaksanakan shalat zhuhur berjamaah kapan dan dimana pun beraktivitas. Tugas adzan dan imam mengajarkan para siswa laki-laki untuk berani dan percaya diri. Manfaat dari kegiatan ini diharapkan dapat dirasakan para siswa dengan didukung oleh kegiatan lainnya.
Selain shalat zhuhur berjamaah, di musalla Al-fattahterdapat beberapa kegiatanlainnya seperti Tahfidz. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler tahfidz ini dilaksanakan dua kali seminggu di hari senin dan rabu pada jam 14.00 sampai16.00 Wib. Guru pembimbing yang dihadirkan telah menjadi hafidz serta guru-guru agama yang mengajar di MIN 27 Aceh Besar. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi para siswa untuk mencintai dan menjadi garda terdepan dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an. Untuk memastikan agar tujuan kegiatan tahfidz mencapai tujuan yang diinginkan, dilakukan kegiatan tasmi’ Al-Qur’an di akhir kegiatan tersebut.
Kegiatan Tasmi’ Al-Qur’andilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pembelajaran Tahfidz. Siswa yang telah menghafal Al-Qur’an hingga batas waktu tertentu akan melafadzkanhafalannya tersebut di depan guru dan penguji tanpa melihat mushaf Al-Qur’an atau disebut dengan bil ghaib. Kegiatan ini rutin dilakukan dan telah dilaksanakan sebanyak dua kali pada semester ganjil tahun ajaran yang sedang berjalan dan disiarkan secara langsung pada akun Instagram MIN 27 Aceh Besar. Kegiatan ini diharapkan dapat memastikan lahirnya para penghafal Al-Qur’an yang akan menjaga kemurnian Al-Qur’an. Kegiatan tasmi’ ini menjadi salah satu pembelajaran bagi murid dengan memanfaatkan musalla selain kegiatan pembelajaran yang lainnya.
Selain kegiatan tersebut, musalla Al-Fattah juga dipergunakan sebagai sarana tempat perkumpulan seperti, belajar tilawah, bimbingan dan pelatihan, edukasi dan sosialisasi, webinar atau zoom serta rapat lainnya. Kesimpulannya adalah mushalla Al-Fattah merupakan tempat sebagai sarana Ibadah, pendidikan Islami, pelatihan dan perkumpulan serta kegiatan yang bertujuan memakmurkan masjid dalam skala kecil namun seoptimal mungkin. Kegiatan memakmurkan masjid menjadi sarana bagi para murid dan guru untuk meningkatkan iman. Karena hanya orang yang beriman yang berhak memakmurkan masjid sesuai dengan surah At- Taubah ayat 18.
“ Sesungguhnya yang (pantas) memekamurkan masjid-masjid Allah hanyalah ornag yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat, membayar zakat serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah ...”.
Wallahu a’lam bishawab.
 
Penulis : Satria Bungaran, S.Pd., M.Pd. (Tim Minat MIN 27 Aceh Besar)
 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...