Suasana belajar koding di kelas 6 Ar Raqib tampak berbeda dan penuh antusiasme hari ini (Kamis, 08/10/2026). Dibimbing langsung oleh Ibu Nofa, para siswa mengikuti sesi pembelajaran koding interaktif dengan materi “Membuat Proyek dengan Octo Studio”.
Mata pelajaran koding merupakan mata pelajaran pilihan di tingkat MI yang mulai diajarkan di kelas V dan VI. Mata Pelajaran Koding ini sendiri dipelajari dengan 3 metode, yaitu unpluged coding, pludged dan internet base. Unpludged coding maksudnya koding yang diajarkan dengan menggunakan buku panduan saja tanpa perangkat pintar. Pludged,maksudnya koding yang diajarkan dengan perangkat komputer tanpa internet, dan metode terakhir internet base, yaitu koding yang diajarkan dengan perangkat pintar dan terhubung dengan internet,seperti yang dilakukan guru dan siswa kelas VI Ar Raqib hari ini. Menggunakan perangkat pintar masing-masing, seluruh siswa diajarkan mengeksplorasi aplikasi pemograman “octo studio”. Dimulai dengan proyek baru, dan memilih sprite(karakter), dan background setelah itu memilih blok-blok kode yang harus dipasangkan dengan benar agar proyek bisa berhasil dan sukses berjalan.
Setelah dicontohkan oleh Bu nofa dasar-dasar cara menjalankan proyek pada octo studio, masing-masing siswa diminta membuat proyek baru sesuai kreativitas masing-masing. Semua siswa terlihat antusias untuk membuat dan menyelesaikan proyek.
Tujuan pembelajaran ini, agar para siswa dapat mengeksplorasi dasar-dasar logika pemrograman visual. Aplikasi OctoStudio umumnya dimanfaatkan untuk membuat animasi, permainan sederhana, serta cerita interaktif yang memanfaatkan fitur perangkat seperti sensor gerak dan suara.
Berbekal panduan langkah demi langkah dari Ibu Nofa, siswa terlihat percaya diri menyusun blok-blok kode hingga membentuk rangkaian program yang berjalan lancar.
Setiap murid dapat berkreasi sesuai tingkat pemahaman dan imajinasi masing-masing, sekaligus melatih kemandirian dalam mengoperasikan aplikasi pemrograman.
Pada kali pertama percobaan membuat proyek, terdapat beberapa siswa yang belum berhasil menyusun blok kode, sehingga proyek yang dihasilkan tidak berjalan lancar. Hasil proyek tersebut kemudian dilihat dan dikoreksi oleh Bu Nofa dan dikembalikan kepada siswa untuk disusun ulang, hingga akhirnya menghasilkan proyek yang berjalan lancar logis.
Ibu Nofa mengapresiasi semangat dan ketelitian para siswa selama kegiatan berlangsung. Pembelajaran ini dirancang bukan hanya untuk mengenalkan teknologi, melainkan juga untuk mengasah pola pikir komputasional, kemampuan memecahkan masalah, dan kreativitas sejak dini.
Penulis : Nofa Afriza, S. Pd (Pembimbing mapel koding MIN 27 Aceh Besar)

