BANK M27 SEBAGAI MATA UANG MIN 27 ACEH BESAR
Matahari menampakkan diri di ufuk timur Aceh Besar, namun keriuhan sudah mulai terasa di halaman MIN 27 Aceh Besar, peserta didik saat pagi hari bukan hanya meletakkan tas di kelas, melainkan adanya sebuah kegiatan penting di sebuah loket kecil yang dikenal dengan nama Bank M27.
”Antrian yang rapi, tidak saling mendorong, berbaris dari kelas I samapai dengan kelas VI serta memegang uang tunai.
Diatas meja Bank M27 ada tumpukan kertas berwarna-warni terlihat begitu berharga. Ada warna hijau untuk pecahan 1.000, kuning untuk 2.000, cokelat untuk 5.000, dan merah muda untuk 10.000. Itulah Uang Kupon Bank M27 yang akan di tukarkan dengan uang rupiah yang menjadi sebagai transaksi belanja di Kantin Nadhifa madrasah MIN 27 Aceh Besar, uang kertas rupiah yang bergambar pahlawan nasional harus beristirahat di dalam dompet atau dititipkan, karena di dalam lingkungan madrasah tidak dibenarkan membawa uang rupiah, hanya kupon inilah yang berlaku sebagai alat tukar sah.
Uang sepuluh ribu rupiah asli yang di tukar maka Bank M27 juga memberikan uang kupon senilai sepuluh ribu, penukarannya diberikan dengan jumlah nilai yang sama tidak ada potongan pada peserta didik.
Sesuai aturan madrasah, peserta didik dilarang keras membawa uang asli ke dalam lingkungan belajar. Aturan ini bertujuan untuk mengajarkan kedisiplinan serta benteng pertahanan bagi kesehatan mereka. Di sini, anak-anak belajar tentang manajemen keuangan sejak dini. Mereka harus menghitung dengan teliti berapa yang mereka miliki sebelum lonceng masuk berbunyi. Bagi mereka yang terlambat ke Bank M27, wali kelas masing-masing selalu siap menjadi “cabang pembantu” di dalam kelas agar tidak ada siswa yang kehilangan kesempatan bertransaksi.
Saat lonceng istirahat berbunyi, arus keceriaan mengalir menuju satu titik: Kantin Nadhifa. Tidak ada lagi pemandangan siswa yang jajan di luar pagar, membeli makanan yang terpapar debu jalanan atau saus berwarna mencolok yang seringkali berujung pada keluhan sakit perut di UKS.
Di Kantin Nadhifa, segalanya terkontrol.
Dengan sistem kupon ini, tidak ada lagi uang kembalian yang kotor atau hancur. Transaksi menjadi lebih higienis karena tangan pengelola makanan tidak bersentuhan langsung dengan uang kertas asli yang berpindah-pindah dari banyak tangan.
Penerapan Bank M27 telah mengubah wajah MIN 27 Aceh Besar.
Orang tua kini merasa tenang. Mereka tahu bahwa uang saku yang diberikan tidak akan jajan sembarangan di luar sekolah. Sakit perut yang dulu sering menghantui saat jam pelajaran kini hampir tidak pernah terdengar lagi.
Kupon-kupon berwarna-warni itu bukan sekadar kertas. Ia adalah simbol perlindungan sekolah terhadap anak didiknya. Ia adalah pelajaran tentang bagaimana sebuah ekosistem kecil bernama madrasah bisa menciptakan kemandirian dan gaya hidup sehat.
Karya: Tuti Marlina, S.Pd
Petugas Bank M27
