Oleh: Sri Hastuti,S.Pd.I (Persgu MIN 27 Aceh Besar)
Kehadiran peserta didik MIN 27 Aceh Besar yang dipimpin Sri Hastuti, Ridha Mustaqim dan Maisyarah itu dalam rangka pertukaran informasi terkait pengelolaan sampah di masing-masing Madrasah.
Kegiatan tersebut juga bagian dari Program Youth Health Impact yang merupakan program kerjasama antara Ate Fulawan dan UNICEF bersama Kementerian Kesehatan RI sebagai upaya pencegahan pencemaran lingkungan oleh sampah.
Anggota Ate Fulawan, Kafka Nasiha menyebutkan dalam program tersebut ada lima kelompok gerakan pemuda salah satunya kelompok G-sell program yaitu Gerakan mahasiswa/i yang menyuarakan isu lingkungan berupa pengelolaan sampah plastik, dimana kegiatannya terdiri dari Pelatihan 15 prajurit pengelolaan sampah plastik, membuat bank sampah, Sosialisasi ke sekolah penggerak Min 27 Aceh Besar serta Sosialisasi ke sekolah mitra yaitu MIN 22 Aceh Besar.
Salah seorang peserta didik MIN 27 Aceh Besar Naja Alkhansa saat mensosialisasikan program pengelolaan sampah di Madrasah menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan Madrasah agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Ia menyebutkan Madrasah harus menyediakan tempat sampah sesuai dengan jenis sampah karena ada jenis sampah yang bisa didaur ulang.
“Kita tau sampah terbagi menjadi sampah organik dan anorganik, dan sampah tersebut ada yang bisa didaur ulang menjadi barang-barang berguna seperti tempat tisu, kotak pensil dan lain sebagainya,” ujarnya di depan peserta didik MIN 22 Aceh Besar”
Sementara itu Kepala MIN 22 Aceh Besar Misdar Mawarni menyampaikan apresiasi terhadap program kunjungan tersebut. Menurut Misdar dengan hadirnya peserta didik dari madrasah lain, pihaknya bisa saling berkolaborasi dan saling mengadopsi program-program unggulan dari masing-masing madrasah.
“Hari ini pihak MIN 27 hadir ketempat kami MIN 22 Aceh Besar, nanti dilain waktu kami yang akan hadir kesana. Kita terus memperkuat silaturahim sesama madrasah, apalagi kita letaknya juga sangat berdekatan,” lanjutnya.
***Kurikulum Merdeka sebagai paradigma Pendidikan yang menekankan pada pembelajaran yang relevan dan kontekstual, memberikan ruang yang luas bagi peserta didik untuk terlibat dalam isu-isu penting dilingkungan sekitar mereka. Salah satu isu yang sangat relevan yang kami pilih adalah pengelolaan sampah. Pemilahan sampah sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sebagai kolerasi dari mencintai lingkungan. Hal ini memiliki keterkaitan yang erat dengan tujuan dan prinsip-prinsip yang diusung oleh Kurikulum Merdeka membentuk peserta didik yang berkarakter dan memiliki Profil Pelajar Pancasila***


