Lambaro, 23 – 24 September 2026 – Forum Pendidikan Madrasah inklusi (FPMI)Provinsi Aceh sukses menyelenggarakan Bimtek Penguatan Madrasah Inklusif Provinsi Aceh Tahun 2026 dengan tema ” Merajut Cinta, Menumbuhkan Kesetaraan, Sinergi Bunda Inklusi dan GTK Mewujudkan Madrasah Ramah Untuk Semua. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementrian Agama ( Kanwil Kemenag) Aceh.Pelatihan ini berlangsung secara Luring dan Daring via zoom selama dua hari dari tanggal 23 – 24 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara daring diikuti oleh 18 guru MIN 27 Aceh Besar. Hari pertama sambutan dari ketua FSPMI Dr. Ummi yani, S. Ag, M. Pd, CPLA , sambutan dari bunda inklusi provinsi Aceh Ny. Nurlaili Azhari, dilanjutkan sambutan sekaligus arahan pembukaan Bimtek Penguatan Madrasah Inklusif Provinsi Aceh oleh Kakanwil Kemenag Aceh Bpk. Drs. H. Azhari, M. Si, pemateri Ibu Abizar, S. T. M. Pd. Oh. D( ketua III FSPMI Pusat/ Praktisi Inklusi Nasional).
Kegiatan hari kedua via zoom yang di ikut guru MIN 27 Aceh Besar diisi oleh narasumber Drs. Kopian Dorsain( Ketua Pokjawas Aceh/Fasilitator KBC Aceh), dilanjutkan melalui zoom meeting bersama Kasubdit Vokasi & Inklusi KSKK Kemenag RI Bpk. DR. H. Anis Masykur, MA. Penutup oleh Bapak Kabid Penmad Kanwil Kemenag Aceh H. Khairul Azhar, S. Ag, M. Si.
Dalam kegiatan ini guru guru mendapatkan pemahaman mendalam mengenai Madrasah inklusi,mengidentifasi peserta didik yang termasuk inklusi serta penanganan khusus sehingga menumbuhkan kesetaraan.
Sekolah inklusif berperan sebagai fasilitator utama dalam memastikan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapatkan hak pendidikan yang setara, adaptif, dan berkeadilan.
Guru Pembimbing Khusus (GPK) bertindak sebagai jembatan utama antara kebutuhan spesifik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan sistem pembelajaran umum di sekolah inklusif. Peran utamanya mencakup fungsi akademis, emosional, hingga kolaboratif.
(Yusra, S. Pd)

