IMG-20260326-WA0034
Cerpen Guru “Cahaya di Luar Jam Sekolah”

 

Matahari sudah condong ke barat, sinarnya yang keemasan menembus celah ventilasi kelas di MIN 27 Aceh Besar. Suara riuh rendah kendaraan teman-teman sejawat yang mulai meninggalkan pekarangan madrasah terdengar sayup-sayup dari kejauhan. Jujur saja, ada sedikit rasa getir yang menyelinap di hati saya saat melihat mereka melambai pamit untuk pulang lebih awal. Namun, saya segera menepis perasaan itu. Di hadapan saya, tiga pasang mata kecil masih menatap papan tulis dengan penuh rasa ingin tahu.

Menjadi guru pembimbing bagi saya bukanlah sekadar tugas tambahan; itu adalah sebuah pengabdian yang menguras energi namun penuh makna. Di madrasah ini, mimpi besar sedang kami rajut bersama. Kepala madrasah, rekan pendidik, hingga orang tua menaruh harapan setinggi langit agar anak-anak ini mampu bersaing, tidak hanya di tingkat kabupaten, tapi hingga ke kancah nasional.

“Bu, apa kita masih lanjut?” tanya salah satu murid bimbingan saya untuk tim cerdas cermat. Saya tersenyum tulus menatapnya. “Tentu, satu materi lagi ya. Kita harus siap.”

Tantangan yang saya hadapi tidaklah sederhana. Saya harus menjadi manajer waktu yang ulung—pagi mengajar di kelas formal, dan sorenya mencurahkan pikiran untuk membimbing materi lomba. Belum lagi urusan memahami karakter anak yang beragam; ada yang cepat tangkap, ada yang harus saya jelaskan berulang kali dengan pendekatan berbeda. Koordinasi dengan orang tua pun menjadi kunci, meyakinkan mereka bahwa jam tambahan di luar sekolah ini adalah investasi berharga bagi masa depan sang buah hati.

Seringkali, rasa lelah itu menyapa. Terutama saat melihat ruang guru mulai sepi sementara saya masih harus bergelut dengan tumpukan soal dan modul. Namun, kesabaran, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab menjadi bahan bakar utama saya. Beruntung, semua warga MIN 27 Aceh Besar bahu-membahu menciptakan ekosistem yang sangat suportif.

Waktu pun membuktikan bahwa hasil usaha tidak akan pernah mengkhianati proses. Kerja keras yang kami lakukan dengan tetesan keringat dan untaian doa itu akhirnya bersemi indah di tahun 2025.

Gema takbir dan sorak sorai pecah saat pengumuman pemenang di ajang bergengsi yang digelar oleh Oemar Diyan. Tim cerdas cermat kami berhasil berdiri di podium, menyabet Juara 2. Kebahagiaan saya membuncah saat prestasi gemilang kembali terukir di ajang Porseni Aceh Besar 2025, di mana anak-anak sukses meraih Juara 3.

Keberhasilan ini bagi saya bukan sekadar tentang piala atau piagam yang terpajang di lemari kaca. Ini adalah pembuktian bahwa bimbingan khusus, disiplin, dan dedikasi mampu mengubah tantangan menjadi prestasi nyata.

Penulis : Masriana, S.Pd.I ( Koordinator Bidang Kurikulum MIN 27 Aceh Besar)

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...