IMG-20261031-WA0040
Cerpen “Kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia”

 

Kami pergi anjangsana ke Arsip Nasional Republik Indonesia. Di sana kami belajar tentang peristiwa tsunami Aceh yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004.

Kami juga diperlihatkan foto-foto pahlawan Aceh,alat-alat tradisional pada zaman dahulu, foto-foto saat kejadian tsunami, Setelah itu, kami menonton video tentang tsunami Aceh sebanyak 4 episode dan satu materi.

Saya menyimak video tersebut sambil dijelaskan oleh Kak Salsa dan Kak Sella. Bukan hanya tentang tsunami Aceh saja yang dijelaskan, tetapi juga tentang bencana lainnya seperti gempa, longsor, tsunami, dan lain-lain.

Untuk menghadapi tsunami atau bencana lainnya kita harus mempersiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) yang perlu kita isi di dalamnya, seperti senter, baterai cadangan, baju ganti 3 pasang, jaket, uang, kartu identitas,dan sertifikat penting lainya, kotak P3K, radio, alat mandi, selimut dan lain-lain.

Lalu Chalisa bertanya, “Saat kita menyelamatkan diri di atas pohon, kalau pohonnya jatuh, apa yang harus kita lakukan?” Kak Salsa menjawab agar naik ke benda yang bisa mengapung seperti kayu,jeregen,kasur, ban dan lain-lain.

Lalu saya juga bertanya, “Kalau gempanya sampai tanah terbelah, apa yang harus kita lakukan?” Kak Salsa menjawab, “Selamatkan diri ke tempat yang lebih aman”.

Setelah selesai kegiatan kami lanjut dengan kegiatan foto bersama di dalam studio mini dan pas keluar kami di bagikan susu oleh kakak-kakak yang bekerja disana, kemudian kami naik bus tapi bukan untuk pulang ya tapi kami di ajak jalan-jalan lagi ke taman hutan kota dan disana kami di suruh buat catatan semua kegiatan yang sudah kami lakukan selama anjangsana tadi.

Dan kemudian kami bisa bermain dengan seru disana bersama teman, lalu kami makan bersama dilanjutkan dengan shalat Dzuhur dan kembali kami dikumpulkan lagi semua untuk foto bersama dan di lanjutkan berjalan dengan berbaris rapi menuju bus dan pulang, , da da da dahhh

Karya: Raisul Zhafif Arifin
Kelas: 5 Al-Fattah

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...