Kami pergi anjangsana ke Arsip Nasional Republik Indonesia. Di sana kami belajar tentang peristiwa tsunami Aceh yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004.
Kami juga diperlihatkan foto-foto pahlawan Aceh,alat-alat tradisional pada zaman dahulu, foto-foto saat kejadian tsunami, Setelah itu, kami menonton video tentang tsunami Aceh sebanyak 4 episode dan satu materi.
Saya menyimak video tersebut sambil dijelaskan oleh Kak Salsa dan Kak Sella. Bukan hanya tentang tsunami Aceh saja yang dijelaskan, tetapi juga tentang bencana lainnya seperti gempa, longsor, tsunami, dan lain-lain.
Untuk menghadapi tsunami atau bencana lainnya kita harus mempersiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) yang perlu kita isi di dalamnya, seperti senter, baterai cadangan, baju ganti 3 pasang, jaket, uang, kartu identitas,dan sertifikat penting lainya, kotak P3K, radio, alat mandi, selimut dan lain-lain.
Lalu Chalisa bertanya, “Saat kita menyelamatkan diri di atas pohon, kalau pohonnya jatuh, apa yang harus kita lakukan?” Kak Salsa menjawab agar naik ke benda yang bisa mengapung seperti kayu,jeregen,kasur, ban dan lain-lain.
Lalu saya juga bertanya, “Kalau gempanya sampai tanah terbelah, apa yang harus kita lakukan?” Kak Salsa menjawab, “Selamatkan diri ke tempat yang lebih aman”.
Setelah selesai kegiatan kami lanjut dengan kegiatan foto bersama di dalam studio mini dan pas keluar kami di bagikan susu oleh kakak-kakak yang bekerja disana, kemudian kami naik bus tapi bukan untuk pulang ya tapi kami di ajak jalan-jalan lagi ke taman hutan kota dan disana kami di suruh buat catatan semua kegiatan yang sudah kami lakukan selama anjangsana tadi.
Dan kemudian kami bisa bermain dengan seru disana bersama teman, lalu kami makan bersama dilanjutkan dengan shalat Dzuhur dan kembali kami dikumpulkan lagi semua untuk foto bersama dan di lanjutkan berjalan dengan berbaris rapi menuju bus dan pulang, , da da da dahhh
Karya: Raisul Zhafif Arifin
Kelas: 5 Al-Fattah
