Pada hari itu, kami kelas V Al-Fattah melakukan anjangsana ke Kantor ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia).
Di sana kami belajar banyak hal, yaitu tentang sejarah para pahlawan Aceh, alat-alat tradisional Aceh, dan tentang peristiwa tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004.
Kami di ajak nonton bersama sekalian di berikan materi oleh kak sela dan salsa. Pada materi tsunami, kami belajar bahwa jika air laut tiba-tiba surut, kita harus segera menjauhi pantai atau naik ke pohon atau ke tempat yang paling tinggi. Kami juga belajar bahwa sebelum tsunami terjadi, biasanya didahului oleh gempa bumi yang sangat kuat sehingga membuat tanah berguncang karena tekanan yang sangat besar. Akibatnya, air laut menjadi surut dan terjadilah tsunami.
Ketika tsunami terjadi, sirine akan berbunyi. Saat sirine berbunyi, kita tidak boleh panik. Kita harus segera mempersiapkan barang-barang penting di dalam Tas Siaga Bencana (TSB). Barang-barang yang perlu disiapkan di dalam TSB antara lain makanan kaleng, minuman, peluit, baju ganti, handuk, obat-obatan, senter, baterai cadangan, kartu-kartu penting dan lain-lain. Setelah menyiapkan barang-barang tersebut, kita harus segera melakukan evakuasi ke bangunan yang tinggi dan kokoh. Dengan begitu, ketika tsunami datang, kita akan tetap selamat.
Kita dapat mengetahui informasi tsunami dari BMKG, karena BMKG mendeteksi pergerakan gempa bumi dan tsunami dengan alat pelampung yang ditaruh di tengah laut. Alat tersebut membuat mereka bisa mendeteksi bencana yang akan terjadi.
Kami juga belajar tentang banjir. Jika kita tidak menjaga hutan, seperti membuang sampah sembarangan dan menebang pohon tanpa izin, maka bisa mengakibatkan banjir dari hutan sampai ke perumahan dan juga akan mengganggu kenyamanan hewan yang ada di hutan.
Makanya kita harus menjaga hutan kita agar tetap bersih, karena dengan adanya pohon, akarnya bisa menahan banjir dan menyerap air hujan. Dengan begitu hutan pun akan terselamatkan.
Setelah mempelajari semua materi, kami keluar dari ruang pemutaran film dan diberi susu. Setelah itu kami foto bersama. Selesai foto bersama, kami kembali naik bus dan pergi ke hutan kota.
Setibanya di hutan kota, kami bermain di tempat permainan. Setelah bermain, kami disuruh Ibu Pembimbing untuk menulis apa yang dijelaskan di ANRI. Setelah menulis, kami semua makan siang bersama, sholat, dan kembali ke sekolah.
Sekian pengalaman anjangsana saya. Terima kasih.
Karya: Khumaidi Akram
Kelas : V Al-Fattah
