IMG-20260914-WA0027
Cerpen “Pengalamanku Pergi ke Kantor BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh”

Pada hari Selasa, tanggal 1 September 2026, sekolah kami, MIN 27 Aceh Besar, melaksanakan outing class ke BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh di Indrapuri. Murid-murid yang terpilih untuk mengikuti kegiatan outing class adalah tim prajurit madrasah.

Sebelum berangkat menuju tempat tujuan, kami mendapatkan pengarahan terlebih dahulu dari Ibu Kepala Madrasah, Ibu Naswati, S.Ag. Setelah diberikan pengarahan, kami berbaris untuk masuk ke dalam bus. Di dalam bus, kami semua sangat senang dan gembira sehingga tidak terasa kami sudah sampai di tempat tujuan.
Begitu turun dari bus, kami disambut oleh para pegawai Kantor BMKG dengan senyuman yang ramah. Setelah itu, kami berbaris dan dibagi menjadi beberapa kelompok. Setelah selesai dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok diberikan satu pembimbing yang akan menjelaskan tentang beberapa alat yang terdapat di taman alat. Kelompok kami dibimbing oleh Pak Eqqi dan ditemani oleh guru pendamping dari sekolah, yaitu Pak Taufiqurrahman.
Setelah dibagi menjadi beberapa kelompok, kami diarahkan untuk menuju taman alat untuk mempelajari alat-alat yang terdapat di sana.
Di taman alat, terdapat banyak sekali alat pengukur dan pendeteksi, seperti alat pendeteksi dan pengukur cuaca, angin, air, matahari, polusi udara, kelembapan, penguapan, dan lain-lain. Pak Eqqi mengajak kami untuk melihat beberapa alat, yaitu:
ARWS (Automatic Rain Water Sampler) → mengukur kualitas air hujan.
HVAS (High Volume Air Sampler) → mengukur polusi udara.
Panci penguapan → mengukur laju penguapan.
Anemometer → mengukur kecepatan angin.
Lisimeter → mengukur evapotranspirasi.
Lalu, kami diajak melihat sebuah alat yang berbentuk seperti sangkar burung yang disebut sangkar meteorologi. Alat tersebut berfungsi untuk mengukur suhu dan kelembapan udara. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju alat selanjutnya.
Di sana terdapat benda berbentuk bola kaca yang sangat menarik perhatian kami. Alat tersebut bernama Campbell-Stokes, yang berfungsi untuk mengukur lamanya penyinaran matahari. Semua alat tersebut berada di area terbuka yang dipenuhi rerumputan hijau yang sangat luas.
Setelah selesai dijelaskan tentang semua alat yang ada di taman tersebut, kami semua diarahkan untuk masuk ke ruang observasi dan analisis. Di ruang ini terdapat banyak komputer yang digunakan untuk mengolah semua hasil data dari taman alat.
Setelah dari ruang observasi, kami melanjutkan perjalanan ke ruang aula untuk mendapatkan penjelasan lebih dalam lagi tentang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Setelah itu, kami pun dipersilakan untuk melakukan wawancara dengan Kepala Kantor Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh yang bernama Pak Muhajir. Di sana, kami mendapat sambutan hangat dari Pak Muhajir. Banyak pertanyaan yang kami tanyakan, baik seputar alat-alat yang ada di area tersebut maupun pengalaman Pak Muhajir selama bertugas dan menjadi kepala di kantor tersebut.
Setelah wawancara selesai, kami kembali ke aula untuk mendengarkan penjelasan mengenai cuaca, awan, hujan, pelangi, dan lain-lain. Setelah diberikan penjelasan materi, kami diberikan beberapa pertanyaan. Bagi murid-murid yang dapat menjawab pertanyaan akan mendapatkan hadiah berupa sebuah buku cerita. Alhamdulillah, saya pun berhasil menjawab pertanyaan tersebut.
Tak terasa, hari pun sudah siang dan waktu menunjukkan pukul 12.00. Kami semua bersiap untuk pulang dan berpamitan. Alhamdulillah, outing class kami kali ini ke Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh berjalan dengan lancar dan sukses, walaupun pada saat itu cuaca sangat panas.
Demikian cerita singkat saya tentang pengalaman berkunjung ke Kantor BMKG. Semoga pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan dapat bermanfaat bagi kami semua.

Oleh  : M. Asyraf Al-Yafi

Kelas : VI Al Alim

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...