1000137963
Cerpen : SEMANGAT YANG TAK PERNAH LELAH

Karya : Sukriani, S. Pd.I (Guru MIN 27 Aceh Besar) 

Pada hari Sabtu dan minggu tepatnya tanggal 22 dan 23 Februari 2025 MIN 27 Aceh besar telah melaksanakan kegiatan akbar PINSI (Piasan Seni) ke-3. Kegiatan ini merupakan puncak kegiatan pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dimana, kegiatan ini merupakan implementasi dari ide dan inovasi yang telah dikembangkan oleh para peserta didik sesuai dengan kelompoknya masing-masing baik penampilan pentas seni seperti tari daerah,menyanyi lagu daerah, baju daerah, drama, bazar dan lain sebagainyayang ditampilkan di atas panggung.MIN 27 Aceh Besar merupakan salah satu Madrasah yang telah menerapkan kurikulum merdeka, sudah tentu akan melaksanakan kegiatan seni akbar tersebut. Para siswa mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI sudah mempersiapkan penampilannya masing-masing dengan apik.Mereka berlatih selama kurang lebih satu minggu didampingi oleh guru wali kelas, guru bidang studi Seni Budaya dan terutama dukungan moral dan spiritual dari orang tua peserta didik setiap kelas.
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka melalui
Kegiatan PINSI ke-3 ini adalah sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Pancasila di antara para peserta didik. Hal ini disebabkan kaena Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang memiliki lima sila sebagai panduan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Saya Sukriani, S.Pd.I adalah salah satu guru yang mengajar di MIN 27 Aceh Besar. Saya adalah wali kelas III-AI-Aziz. Di kelas tersebut terdiri dari 37 peserta didik dengan berbagai macam keunikan tingkah yang mereka miliki. Keberagaman tingkah laku yang dimiliki oleh peserta didik kelas III Al-Aziz ini bukanlah suatu penghalang untuk mewujudkan suatu penampilan yang bagus di atas pentas.
Awalnya peserta didik kelas III Al-Aziz akan menampilkan drama musical fabel yang bertema menjaga kelestarian hutan. Setelah seminggu Latihan, peserta didik menampilkan di depan ibu kepala madrasah. Pada saat itu, peserta didik belum tampil dengan maksimal, masih banyak kekurangan pada mimik, dan teks dialog. Selang I minggu kemudian dan setelah berlatih,peserta didik unjuk penampilan drama di depan ibu kepala madrasah. Namun, unjuk penampilan kali ini tidak membuahkan hasil yang maksimal. Dan atas saran dari ibu kepala madrasah, peserta didik harus mengubah bentuk penampilan yang akan dipentaskan nantinya. Ibu kepala madrasah menyarankan kami untuk mementaskan tarian tradisional beberapa daerah yang dikombinasikan
menjadi satu.
Pada saat itu peserta didik seperti sudah tidak semangat lagi. Namun saya, guru seni budaya dan para orang tua peserta didik tetap memberikan semangat ekstra untuk peserta didik agar tetap semangat berlatih agar dapat memberi penampilan yang begus saat pementasan nantinya. Hanya tinggal 6 hari sebelum acara, dengan optimis peserta didik terus giat berlatih dan saya dampingi bersama guru seni budaya, dan yang tak kalah pentingya adalah dukungan dari orang tua peserta didik.
Hari yang di nanti pun telah tiba. Peserta didik kelas III al-aziz pun merasa deg-degan untuk menampilkan kreasi tarian tradisional dari berbagai daerah yang dikombinasikan menjadi satu di atas pentas. Namun demikian mereka tetap optimis, maju ke depan pentas dan memberikan penampilan terbaik mereka. Setelah penampilan, mereka merasa lega dan mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Pada saat pengumuman, kelas kami tidak mendapatkan juara, namun kami tetap bangga terhadap hasil pementasan kami yang tidak begitu mengecewakan para penonton Menang kalah bukanlah sebuat tujuan utama, namun semangat berlatih, bekerja sama, kerja keras,berjiwa pahlawan dan lapang dada menjadi pelajaran berharga bagi kami yang akan tetap terus kami tanamkan di masa yang akan datang.
Diharapkan kegiatan PINSI MIN 27 Aceh Besar ini dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik sebagai generasi penerus bangsa yang sudah sepatutnya untuk cinta terhadap tanah air, menghargai keberagaman, dan turut serta dalam upaya pelestarian budaya terutama kearifan lokal.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...