Karya : Reza Sukma Dewi, S. Pd
Di sebuah Madrasah Ibtidaiyah Negeri yang terletak di pinggiran Desa, proses pembelajaran telah mengalami perubahan besar. Madrasah ku ini bukan hanya tempat untuk mempelajari ilmu agama, tetapi juga menjunjung tinggi semangat pendidikan yang mengembangkan potensi diri setiap peserta didiknya, Kurikulum Merdeka, yang mulai diterapkan sejak tahun 2 tahun lalu membawa perubahan yang sangat signifikan, tidak hanya dalam cara mengajar, tetapi juga dalam cara siswa belajar dan berkembang.
Madrasah Ibtidaiyah 27 Aceh Besar, tempat cerita ini berlangsung, selalu dikenal sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai Islami dan nilai nilai pancasila yang sangat kuat. Namun, dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka, peserta didik di dalamnya kini lebih fokus pada pengembangan karakter dan kemandirian siswa. Setiap peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi pintar dalam pelajaran, tetapi juga mampu memahami dunia di sekitar mereka dan siap menghadapi tantangan global dengan membangun ruang belajar yang berbeda.
Di ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah suasana pembelajaran tidak lagi terpusat pada satu arah. Guru dan peserta didik berada dalam posisi yang lebih setara, di mana setiap suara didengar dan dihargai. Siswa diberi kebebasan untuk menentukan proyek yang ingin mereka kerjakan, mengembangkan ide-ide mereka,bahkan memutuskan cara mereka ingin belajar dan yang paling penting mereka di berikebebasan dalam berpendapat sesuai dengan pola pikir peserta didik.
Penerapan Kurikulum Merdeka juga menekankan pentingnya pembelajaran yang kontekstual, yang menghubungkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang saya lakukan sebagai seorang guru adalah dengan membangun hubungan antara materi pelajaran dengan pengalaman nyata peserta didik. Misalnya, dalam pelajaran IPAS, guru tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga memberikan tugas yang mengharuskan siswa untuk melihat langsung sebuah fenomena alam yang terjadi di lingkungan sekitar. Dengan cara ini, peserta didik merasa bahwa pelajaran yang mereka terima tidak hanya relevan, tetapi juga berguna untuk kehidupan mereka. .
Kunci keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah yang saat ini saya jalankan sekarang ialah terletak pada perubahan peran guru. Guru tidak lagi menjadi sumber pengetahuan utama, tetapi lebih sebagai fasilitator yang membantu siswa untuk menemukan dan mengembangkan potensi peserta didik. Setiap guru berusaha untuk mengenali kebutuhan individu sang anak dan memberikan dukungan yang sesuai sekaligus layak.
Selain perubahan di kelas, penerapan Kurikulum Merdeka juga melibatkan seluruh elemen madrasah mulai dari guru, petugas keamanan, petugas kebersihan, peserta didik, orang tua, masyarakat sekitar hingga bapak komite Madrasah. Madrasah Ibtidaiyah Negeri 27 Aceh Besar sebuah Madrasah yang selalu mengedepankan perang orang tua wali murid dalam segala aktivitas Madrasah, semua kebijakan dan peraturan Madrasah wali murid mempunyai kewajiban untuk mematuhinya. Kolaborasi ini dilakukan untuk meningkatkan proses pembelajaran dan juga memperkuat ikatan antara Madrasah dan keluarga peserta didik, menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk perkembangan peserta didik.
Jauh sebelum adanya kurikulum merdeka Madrasah Ibtidaiyah 27 Aceh Besar sudah menerapkan berbagai macam aktivitas yang tercantum didalam kurikulum merdeka, terbukti dengan adanya Prajurit Madrasah yang tergolong kedalam (Prajurit orange,prajurit biru, prajurit hijau, dokcil, percil, gisel dan tim literasi). Semua aktivitas ini sudh dilakukan oleh MIN 27 Aceh Besar sebelum diberlakukan Kurikulum Merdeka. Kini kebijakan akan penerangan kurikulum merdeka di dunia pendidikan, menjadi sebuah paradigma yang terus di kembangkan oleh Madrasah untuk mengeksplorasi minat, berpikir kritis, bekerja sama, dan mengambil inisiatif lebih dalam lagi untuk kemajuan Madrasah yang menjulang tinggi.
Berkat penerapan Kurikulum Merdek di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 27 Aceh Besar kini telah menjadi contoh bagi banyak madrasah lainnya. Madrasah ku kini terus berhasil menghasilkan warna yang indah dalam setiap kemandirian dan karakter yang kuat pada setiap ,guru , peserta didik, bahkan wali murid. Terbukti dengan adanya prestasi yang gemilang berhasil di tunjuk kan kepada dunia bahwa MIN 27 Aceh Besar, bisa menjadi besar bukan hanya di rumahnya nya melainkan di kenal di seluruh penjuru dunia.
