1000435918
“Cita-Citaku Menjadi Hafidzah Al-Qur’an”

Cita-Citaku Menjadi Hafidzah Al-Qur’an

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Halo teman-temanku semua, apa kabar?

Perkenalkan, nama saya Ananda Suhaila dari kelas 3 Al-Bashir. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang cita-cita saya, yaitu menjadi seorang Hafidzah Al-Qur’an.

Sejak kecil, saya sudah belajar mengaji didampingi oleh kedua orang tua saya. Kami mulai dengan belajar Iqra’. Orang tua saya dengan sabar membimbing hingga akhirnya saya mampu mengenal huruf-huruf hijaiyah dan menyelesaikan bacaan Iqra’ dengan baik.

Perjalanan saya berlanjut saat duduk di kelas 2 MIN. Saat itu, saya dinyatakan sudah bisa mulai membaca Al-Qur’an. Saya mengaji di Dayah Al-Azhar setiap sore, kecuali hari Sabtu dan Minggu. Ketika Ustadzah memberi tahu bahwa saya sudah bisa naik ke tingkat Al-Qur’an, perasaan saya sangat senang dan bahagia. Saya benar-benar tidak sabar untuk menyampaikan kabar gembira ini kepada orang tua. Mendengar kabar tersebut, orang tua saya pun merasa sangat bangga dan bahagia.

Teman-teman, tahukah kalian mengapa saya begitu ingin menjadi seorang Hafidzah?

Itu karena saya sangat mencintai Al-Qur’an. Dengan membaca Al-Qur’an, hati kita akan terasa tenang, bahagia, dan insyaallah mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Saya selalu berdoa agar Allah memberikan kemudahan bagi saya untuk menghafal seluruh isi Al-Qur’an, sehingga kelak saya dapat mempersembahkan mahkota kemuliaan bagi kedua orang tua saya di surga-Nya.

Demikianlah cerita singkat dari saya. Semoga cerita ini dapat bermanfaat dan memotivasi teman-teman semua. Mohon maaf atas segala kekurangan. Saya akhiri,

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(Tetap semangat membaca Al-Qur’an ya, teman-teman!)

Karya: Ananda Suhaila

Kelas:3 Al Bashir

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...