Oleh: Sri Hastuti,S.Pd.I (Persgu MIN 27 Aceh Besar)
Dalam semangat Kurikulum Merdeka yang mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, MIN 27 Aceh Besar bersama Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nyalanesia telah mengambil langkah nyata dengan menerbitkan buku antologi karya guru dan peserta didik. Antologi ini bukan sekedar kumpulan tulisan, melainkan sebuah manifestasi dari semangat merdeka belajar yang diusung oleh kurikulum baru ini.
Salah satu cara untuk mewujudkan pengembangan potensi dan minat peserta didik adalah melalui kegiatan literasi, seperti menulis. Antologi karya guru dan peserta didik MIN 27 Aceh Besar menjadi wadah bagi mereka untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan pengalaman dalam bentuk tulisan.
Keunikan dari antologi ini adalah kolaborasi antara guru dan peserta didik. Guru tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai penulis yang berbagi pengalaman dan inspirasi. Kolaborasi ini menciptakan suasana belajar yang inklusif dan saling mendukung, sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Proses pembuatan antologi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila. Melalui kegiatan menulis, peserta didik belajar untuk berpikir kritis, kreatif, dan mandiri. Mereka juga belajar untuk bekerja sama dan menghargai perbedaan pendapat.
Antologi ini dapat dikaitkan dengan pembelajaran berbasis proyek (PBL) yang menjadi salah satu ciri khas Kurikulum Merdeka. Peserta didik dapat menjadikan antologi ini sebagai proyek akhir dari kegiatan literasi mereka. Mereka dapat belajar untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek mereka sendiri.
Penerbitan antologi ini memberikan dampak positif bagi komunitas madrasah MIN 27 Aceh Besar yang merupakan madrasah penyandang status sebagai Sekolah Aktif Literasi Tingkat Nasional dua tahun berturut-turut, Antologi ini menjadi sumber inspirasi bagi peserta didik lain untuk mengembangkan minat menulis mereka. Selain itu, antologi ini juga menjadi sarana untuk mempromosikan budaya literasi di lingkungan madrasah
Antologi karya guru dan peserta didik MIN 27 Aceh Besar merupakan contoh nyata dari implementasi Kurikulum Merdeka. Antologi ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengekspresikan diri, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan potensi peserta didik dan memperkuat Profil Pelajar Pancasila. Semoga antologi ini dapat menginspirasi madrasah-madrasah lain untuk melakukan hal serupa.
