1000132531
Essay : Kesempatan Emas untuk Bermuhasabah

Oleh : Mulyana, S. Ag

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahuwata’ala atas nikmat dan karunia-Nya. Allah pilih kita menjadi seorang muslim dan muslimah, ummat dari Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi wasallam, sebagai nabi pilihan dan kekasih Allah, sosok yang sangat istimewa dengan berbagai kelebihan dan keutamaan yang tidak dimiliki oleh nabi – nabi sebelumnya. Sebagai ummat pilihan sungguh Allah Ta’ala telah memuliakan kita degan satu kado istemewa yaitu bulan Ramadhan, bulan puasa yang penuh keberkahan dan keagungan, yang mana di bulan tersebut Allah turunkan Al-Qur’an dan Allah pilih satu malam darinya dengan kemulian lailatul Qadr. Oleh karena itulah, untuk menyambut kedatangannya kita perlu mempersiapkan diri secara mental dan spiritual .

Bulan Sya’ban, merupakan bulan muhasabah diri , dengan bermuhasabah diri di bulan Sya’ban, insya Allah dapat membantu kita untuk memasuki bulan Ramadhan sebagai bulan yang suci, dengan hati yang bersih,pikiran yang focus, dan jiwa yang tenang. Bulan Sya’ban adalah waktu yang sangat tepat untuk merenungkan perbuatan, perkataan, dan niat kita selama ini . Apakah kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya ? Apakah kita sudah menjauhi perbuatan – perbuatan yang dilarang oleh Allah Subhanahuwata’ala ? Sudahkah membekali diri kita dengan ilmu – ilmu untuk panduan ibadah kita di bulan Ramadhan ? Bagaimanakah kita nanti di bulan Ramadhan bisakah kita meraih titel yang Allah sebutkan dalam Al- Qur’an sebagai Muttaqin ? Dengan muhasabah, kitab bisa mengidentifikasikan hal- hal yang perlu kita perbaiki dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dari itulah wahai saudaraku seiman mari kita manfaatkan kesempatan emas ini, jangan terus larut dengan kesibukan dunia kita, sampai kita lupa memikirkan sedikitpun untuk mempersiapkan bekal kehidupan akhirat kita. Padahal Allah telah memberikan kita sepuluh bulan untuk dunia kita, masihkah kurang atau tidak cukup ?                         

Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasanya banyak dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Ra’jab dengan bulan Ramadhan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amalan. Karena itu, wahai saudaraku mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan, perbanyaklah amalan shalih di bulan ini. Mari kita mulai pemanasan dengan memperbaiki kwalitas iman, amalan wajib dan perbanyak amalan sunnah, paksakan diri berpuasa sunnah, jagalah shalat – shalat sunnah, rutinkan membaca Al-Qur’an setiap hari, jangan tinggalkan shadaqah wajib dan sunnah dengan niat karena Allah, sambunglah silaturrahim, isi waktu luang dengan memperbanyak do’a ,zikir , bershalawat dan beristighfar untuk memohon ampunan kepada Allah agar menghapuskan dosa – dosa kita terdahulu.

Ingatlah bahwa Allah Subhanahuwata’la masih memberikan kita kesempatan untuk menikmati hidup sampai di bulan Sya’ban ini, berarti Allah sangat mencintai kita, sebagai seorang hamba yang ta’at dan bersyukur, mari kita gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, teruslah berbenah diri dari berbagai kekurangan dan kelalaian, bersungguh-sungguhlah dalam memanfaatkan waktu untuk selalu berbuat baik, menjauhi perbuatan yang sia – sia dan dosa.

Dengan bermuhasabah diri, akan membantu kita untuk lebih mengenal diri kita sendiri, baik kelebihan maupun kekurangannya.Dengan mengenal diri sendiri, kita akan lebih mudah untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahuwata’la. Kita akan menyadari betapa kecilnya kita dihadapan Allah dan betapa besar kasih sayang dan karunia Allah kepada kita. Tingkatkan iman dan taqwa dengan memperdalam ilmu agama dan jangan abaikan terus perbanyak berdo’a kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk bermuhasabah diri agar menjadi pribadi yang lebih baik, sehingga Allah terima semua amalan dan ampuni semua dosa – dosa kita.Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...