Essay “PARADIGMA GURU DALAM MEWUJUDKAN PELAJAR PANCASILA”

Essay

PARADIGMA GURU DALAM MEWUJUDKAN PELAJAR PANCASILA

Oleh : Sri Hastuti,S.Pd.I (Persgu MINAT Tabloid )

Memasuki tahun ajaran baru 2022/2023 setiap madrasah/sekolah diwajibkan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Yang melatarbelakangi penerapan kurikulum baru ini dalah karena mengingat perkembangan zaman yang begitu pesat dan rendahnya hasil belajar peserta didik. Agar penerapan kurikulum ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan, maka kemampuan atau kompetensi guru merupakan hal utama yang harus ditingkatkan baik dengan melanjutkan Pendidikan, gerakan guru membaca maupun mengikuti pelatihan yang dapat menunjang kualitas seorang guru. Guru harus selalu meng-upgrade diri karena dalam mewujudkan dunia Pendidikan yang lebih gemilang dan mencetak peserta didik yang berkarakter gurulah yang merupakan sang pemeran utamanya.

 

Untuk itu hal pertama yang harus dilakukan adalah guru harus dikenalkan terlebih dahulu dengan implementasi kurikulum merdeka, agar tujuan dari perubahan kurikulum ini dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Upaya yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam hal meningkatkan kemampuan guru khususnya terkait kurikukulum Merdeka pada madrasah MIN 27 Aceh Besar antara lain: 1.  Mengadakan pelatihan- pelatihan khusus mengenai kurikulum merdeka bagi tenaga pendidik di madrasah dengan mengundang pemateri yang kompeten dibidangnya 2. Menugaskan tenaga pendidik untuk mengikuti pelatihan yang diadakan  diluar madrasah, 3. Kegiatan Desiminasi atau proses timbal balik dari penerima informasi terhadap materi yang akan dipaparkan. Yang memaparkan adalah guru- guru yang ditugaskan untuk mengikuti pelatihan diluar madrasah. Disini peserta pelatihan tersebut tidak hanya menerima materi untuk pribadi namun wajib mendesiminasikan untuk tenaga pendidik lain yang tidak berkesempatan mengikuti pelatihan yang diadakan diluar madrasah.  4. Melakukan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Ingin Jaya, yang melibatkan tidak hanya tenaga pendidik di madrasah saya saja, akan tetapi juga seluruh tenaga pendidik di beberapa madrasah dalam kecamatan kami yang tergabung dalam gugus tersebut.

 

Berpedoman kepada Dasar Negara kita yaitu “PANCASILA”memang sudah sepatutnya mereka yang bergelar “pelita dalam kegelapan”, “pahlawan tanpa tanda jasa”, untuk kembali menerangi, membangkitkan generasi penerus bangsa agar menjunjung tinggi nilai- nilai pancasila yang selama ini mulai redup. Sehingga generasi penerus atau peserta didik berkarakter sesuai dengan nilai- nilai pancasila. Salah satu hal yang sangat mendukung dalam menciptakan pelajar pancasila adalah dengan pembelajaran proyek penguatan profil pelajar pancasila (5P). Dengan pemebelajaran berbasis proyek Peserta didik akan terlibat langsung sehingga mereka akan mendapatkan pengalaman yang sangat menyenangkan karena mereka dapat mengikuti pembelajaran tidak hanya di dalam kelas saja tetapi juga belajar di alam terbuka dengan waktu yang maksimal. Disini pesertadidik dibimbing, diarahkan agar memiliki 6 karakter profil pancasila yang meliputi: 1. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, 2. Mandiri, 3. Bergotong royong, 4. Berkebinekaan global, 5. Bernalar kritis, dan yang ke 6. Kreatif. Ke 6 karakter Profil pelajar pancasila ini tidak hanya diterapkan dalam mata pelajaran saja, namun pesertadidik juga harus dapat mengembangkan kemampuan pengetahuan, keterampilan maupun sikap saat berinteraksi dengan teman, guru, keluarga maupun masyarakat. Juga tidak hanya tentang materi pelajaran saja tetapi juga dari pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dilingkungan madrasah, rumah maupun dimasyarakat. Dengan memiliki 6 karakter tersebut terwujudlah peserta didik kita sebagai profil pelajar pancasila yang seutuhnya sebagaimana yang diharap dalam Implementasi Kurikulum Merdeka.

 

Mari bapak ibu guru semua dengan penuh keyakinan kita bergerak bersama melaksanakan Kurikulum Merdeka demi pesertadidik kita di MIN 27 Aceh Besar khususnya dan generasi penerus pada umumnya.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...