1000137419
Essay : Pembacaan Yasin Sebagai Sarana Penguatan Karakter dalam Kurikulum Merdeka

Oleh : Salsabila (Mahasiswi PPL Pendidikan Bahasa Arab UIN Ar-Raniry) 
Pembacaan Surah Yasin merupakan salah satu hal yang sering dilakukan oleh umat Muslim, baik dalam acara tertentu seperti tahlilan, peringatan hari besar Islam, maupun sebagai bentuk ibadah sehari-hari. Surah Yasin, yang dikenal sebagai “jantung al-Qur’an”, memiliki banyak nilai spiritual dan sosial yang dapat menginspirasi perubahan positif dalam kehidupan individu dan masyarakat. Meskipun pembacaan Yasin bersifat religius di dalam konteks pendidikan, pembacaan Yasin bisa menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan memperkuat aspek spiritual dalam diri peserta didik. Oleh karena itu, pembacaan Yasin dapat terhubung dengan Kurikulum Merdeka yang mengedepankan pengembangan karakter, kemandirian, dan kebhinekaan dalam dunia pendidikan. Di MIN 27 Aceh Besar, penerapan Kurikulum Merdeka telah membuktikan bahwa pendekatan ini mampu menciptakan generasi yang lebih mandiri dan berkarakter dalam proses pembelajaran.
Salah satu tujuan utama dari Kurikulum Merdeka adalah mengembangkan potensi peserta didik secara holistik, tidak hanya dari segi intelektual, tetapi juga emosional, sosial, dan spiritual. Di MIN 27 Aceh Besar pembacaan Surah Yasin yang mengandung ajaran-ajaran moral dan spiritual yang mendalam bisa menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan nilai-nilai tersebut dalam pendidikan. Misalnya Surah Yasin mengajarkan tentang pentingnya patuh kepada Tuhan, menghormati orang tua, serta menjaga hubungan baik dengan sesama. Nilai-nilai ini sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka yang berfokus pada pengembangan karakter siswa sebagai pribadi yang baik dan bertanggung jawab.
Kurikulum Merdeka di MIN 27 Aceh Besar memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk memilih dan mengintegrasikan berbagai pendekatan dalam pembelajaran termasuk pembelajaran agama. Dalam hal ini pembacaan yasin yang menjadi kegiatan rutin setiap Jumat di MIN 27 Aceh Besar bisa dimanfaatkan sebagai media untuk mengajarkan pentingnya agama dalam kehidupan sehari-hari. Pendidik dapat menanamkan pemahaman kepada siswa tentang makna dan pesan yang terkandung dalam Surah Yasin, yang tidak hanya terkait dengan ibadah, tetapi juga dengan kehidupan sosial, etika, dan moral. Dengan cara ini, pendidikan agama tidak hanya menjadi pelajaran yang terpisah, tetapi menjadi bagian integral dari pengembangan karakter dan kemandirian peserta didik.
Kurikulum Merdeka di MIN 27 Aceh Besar mendorong siswa untuk menjadi individu yang mandiri dan mampu berpikir kritis. Salah satu cara untuk mendukung hal ini adalah dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami dan memaknai Surah Yasin secara mendalam, baik dari segi teks maupun konteksnya. Pembacaan Yasin dalam kelompok juga dapat mengajarkan nilai kebersamaan dan rasa saling menghargai, yang merupakan bagian dari prinsip kebhinekaan dalam Kurikulum Merdeka.
Salah satu tantangan dalam penerapan Kurikulum Merdeka di MIN 27 Aceh Besar adalah menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan siswa. Pembacaan Yasin bisa menjadi kegiatan yang melibatkan elemen keagamaan dengan cara yang menarik dan tidak terkesan monoton. Misalnya di MIN 27 Aceh Besar menambahkan kegiatan seperti pembacaan surah pendek, shalawat, puisi, dan sebagainya setelah pembacaan Yasin dan hal ini dilakukan secara bergilir dari setiap kelas. Dengan demikian, pembacaan Yasin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kurikulum yang memperhatikan konteks lokal dan kebutuhan individual peserta didik yang merupakan prinsip utama dalam Kurikulum Merdeka.
Pembacaan Surah Yasin di MIN 27 Aceh Besar tidak hanya memiliki makna spiritual yang mendalam, tetapi juga bisa diintegrasikan dengan Kurikulum Merdeka untuk memperkuat karakter, kemandirian dan kebhinekaan siswa. Dengan memanfaatkan pembacaan Yasin sebagai bagian dari proses pembelajaran, sekolah dapat memberikan pendidikan yang lebih holistik yang tidak hanya mengedepankan pengetahuan akademis, tetapi juga pengembangan nilai-nilai moral dan sosial. Dengan demikian, pembacaan Yasin dan Kurikulum Merdeka memiliki hubungan yang erat dalam menciptakan peserta didik MIN 27 Aceh Besar yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...