Oleh : Furqan Desriandy, SE
Kurikulum Merdeka hadir sebagai transformasi pendidikan yang memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. MIN 27 Aceh Besar, sebagai madrasah yang terus berinovasi, telah mengimplementasikan kurikulum ini dengan berbagai tantangan, pencapaian, dan refleksi untuk perbaikan di masa depan.
1. Kemandirian dalam Pembelajaran
Salah satu prinsip utama dalam Kurikulum Merdeka adalah memberikan ruang bagi siswa untuk belajar sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat perkembangannya. Di MIN 27 Aceh Besar, Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) menjadi salah satu strategi utama yang diterapkan.
Misalnya, dalam proyek literasi, siswa tidak hanya membaca, tetapi juga menulis dan menerbitkan buku serta komik. Program pemilihan Raja dan Ratu Baca semakin mendorong minat baca dengan menilai frekuensi kunjungan perpustakaan, peminjaman buku, serta wawasan literasi siswa.
2. Penguatan Karakter dan Profil Pelajar Pancasila
Kurikulum Merdeka di MIN 27 Aceh Besar juga ditekankan pada penguatan karakter berbasis Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin. Hal ini diwujudkan melalui:
Kegiatan keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang menjadi ajang pembelajaran nilai-nilai Islam dan pembentukan akhlak.
Organisasi siswa, seperti Pramuka, Prajurit Madrasah, Perscil, Dokcil, Gsell,a Penyala, Sanggar Seni Beujhroeh, Takmir Madrasah yang memberikan pengalaman kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial.
Penerapan budaya madrasah ramah anak, sejalan dengan peran MIN 27 Aceh Besar sebagai sekolah LPKRA (Lembaga Penyedia Khusus Layanan Ramah Anak).
3. Inovasi dalam Penggunaan Teknologi
Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran juga menjadi tantangan sekaligus peluang dalam Kurikulum Merdeka. MIN 27 Aceh Besar telah membuka Kelas Digital untuk kelas V dan VI dengan mengintegrasikan platform Jelajah Ilmu untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Guru dan siswa memanfaatkan platform ini dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan berbasis teknologi.
4. Peran Wali Murid dalam Kurikulum Merdeka
Keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di MIN 27 Aceh Besar juga tidak terlepas dari peran aktif wali murid. Beberapa kontribusi yang diberikan orang tua dalam mendukung pembelajaran antara lain:
Mendukung kegiatan berbasis proyek, dengan membimbing anak dalam menyelesaikan tugas-tugas yang mengasah kreativitas dan keterampilan.
Meningkatkan budaya literasi di rumah, dengan mendorong anak untuk membaca dan berdiskusi tentang berbagai ragam bacaan, mendukung program Raja dan Ratu Baca di madrasah yang dilaksanakan oleh Perpustakaan.
Berpartisipasi dalam kegiatan madrasah, seperti mendukung peringatan hari besar Islam, kegiatan ekstrakurikuler, serta program sekolah ramah anak.
Mengirimkan karya tulis ke website literasi MIN 27 Aceh Besar, yang berisi pengalaman mendidik anak, motivasi literasi, hingga kisah inspiratif. Partisipasi ini tidak hanya memperkuat ekosistem literasi madrasah tetapi juga menjadi wadah bagi wali murid untuk berbagi wawasan dan pengalaman mereka dalam mendukung pendidikan anak-anaknya.
Menjalin komunikasi aktif dengan guru, untuk memastikan perkembangan akademik dan karakter anak tetap terpantau.
Dengan adanya sinergi antara madrasah, siswa, dan wali murid, implementasi Kurikulum Merdeka di MIN 27 Aceh Besar dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak.
5. Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun banyak keberhasilan yang telah dicapai, implementasi Kurikulum Merdeka juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kesiapan guru dalam mendesain pembelajaran yang lebih fleksibel serta perlunya dukungan fasilitas yang lebih memadai. Namun, dengan semangat inovasi dan kerja sama seluruh elemen madrasah, MIN 27 Aceh Besar terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik sesuai dengan visinya sebagai madrasah unggul dengan slogan “Best Best Best”.
Dengan refleksi ini, diharapkan implementasi Kurikulum Merdeka di MIN 27 Aceh Besar terus berkembang, memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik,guru, wali murid, dan seluruh komunitas madrasah.

Terlindungi: Karya Literasi Sekolah
Tidak ada kutipan karena ini adalah pos yang terlindung sandi.