1000136241
Essay : Sekolah Ramadhan Implementasi Kurikulum Merdeka Di Min 27 Aceh Besar

Oleh : Haifa Salsabila (Mahasiswi PPL PAI UIN Ar-Raniry) 

Bulan Ramadhan merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperkuat rasa kepedulian sosial. Dalam dunia pendidikan, Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk membentuk karakter peserta didik melalui pengalaman spiritual yang lebih mendalam. Kurikulum Merdeka, yang mengusung konsep pembelajaran fleksibel, kontekstual, dan berbasis proyek, memberikan ruang yang luas bagi sekolah untuk mengembangkan program Sekolah Ramadhan yang tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga pada penguatan karakter dan kompetensi siswa.
Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan peserta didik secara akademik, tetapi juga untuk membentuk karakter mereka agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, mandiri, dan peduli terhadap sesama. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin (P5PRA), yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kebajikan, keberagaman, dan kepedulian sosial melalui pengalaman langsung.
Salah satu implementasi nyata yang dilakukan di MIN 27 Aceh besar untuk mewujudkan P5PPRA adalah Sekolah Ramadhan, yaitu program pendidikan yang diselenggarakan selama bulan suci Ramadhan dengan tujuan menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan peserta didik. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan sosial, dan pemahaman terhadap berbagai aspek kehidupan dalam Islam. Sekolah Ramadhan dapat dimasukkan ke dalam Kurikulum Merdeka untuk menjadi wadah pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa .
Misalnya, dalam proyek “Berbagi dan Berbudi Luhur di Bulan Ramadhan”, siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya sedekah dan kepedulian sosial, tetapi juga terlibat langsung dalam tindakan nyata, seperti berbagi makanan berbuka, mengumpulkan dana untuk kaum dhuafa, atau mengadakan program literasi Al-Qur’an untuk siswa MIN 27 Aceh Besar.
Sekolah Ramadhan juga dapat diterapkan sebagai kegiatan tematik yang lebih fleksibel dan menyenangkan, seperti tantangan amal harian di mana setiap siswa diminta untuk berbuat baik setiap hari, atau mengeksplorasi budaya Ramadhan di berbagai negara melalui presentasi interaktif dan media. Dengan demikian, siswa MIN 27 Aceh Besar diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang ibadah secara teks, tetapi mereka juga memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang berbagai praktik Islam di seluruh dunia.
Sekolah Ramadhandi MIN 27 Aceh Besar menggunakan pendekatan berbasis pengalaman untuk membiarkan siswa belajar secara aktif, reflektif, dan kontekstual, sehingga nilai-nilai Islam diajarkan secara teoritis dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program ini memainkan peran penting dalam pembentukan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki karakter kuat, spiritualitas mendalam, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Tujuan Sekolah Ramadhan dalam Kurikulum Merdeka di MIN 27 Aceh besar adalah untuk Membentuk Karakter Religius dan Berakhlak Mulia yang Sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil’alamin. Mengembangkan pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan suasana bulan Ramadhan untuk meningkatkan kemandirian dan kreativitas siswa. Kegiatan berbagi dapat meningkatkan rasa sosial dan kepedulian.

kesimpulan
Sekolah Ramadhan implementasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di MIN 27 Aceh Besar merupakan inovasi pendidikan yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan pendekatan yang fleksibel, inovatif, dan berbasis pengalaman. Siswa tidak hanya belajar lebih banyak tentang agama, tetapi program ini juga membantu mereka menjadi orang yang religius, mandiri, dan peduli terhadap sesama. Sekolah Ramadhan dapat menjadi wadah yang berguna untuk membangun Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil’alamin dan menjadi momentum berharga dalam perjalanan pendidikan siswa MIN 27 Aceh Besar jika digunakan dengan benar.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...