1000135370
Essay : Seni itu Penting

Karya : Ratna Dewi, S.Pd
Guru SBDP MIN 27 Aceh Besar

Aceh merupakan salah satu Provinsi dengan kekayaan budaya yang sangat beragam dan unik. Dari tradisional hingga adat istiadat, seni budaya Aceh mencerminkan identitas dan sejarah bagi masyarakatnya. Salah satu warisan budaya Aceh yang sangat terkenal adalah Tari Saman yang merupakan sebuah seni pertunjukan yang memadukan gerakan tubuh, musik dan syair yang khas. Pada tahun 2011, Tari Saman telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia. Tari Saman yang berasal dari suku Gayo di Aceh, telah menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya. Pengakuan oleh PBB ini khususnya melalui UNESCO terhadap seni budaya Aceh menunjukkan betapa pentingnya keberagaman budaya dunia untuk dijaga dan dihargai serta dilestarikan. Dengan adanya pengakuan tersebut, seni budaya Aceh tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat lokal, tetapi juga masyarakat global.
Salah satu tantangan yang dihadapi guru seni budaya adalah membangun minat siswa terhadap pelajaran seni, karena seni sering dianggap sebagai Mata Pelajaran yang kurang penting dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya yang lebih berkaitan langsung dengan Ujian Akhir atau Ujian Nasional. Oleh karena itu, guru seni budaya harus bekerja exstra untuk dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan inspiratif untuk menarik perhatian peserta didik, misalnya dengan mengadakan proyek kolaboratif, seperti membuat pameran seni atau pertunjukan musik dan tari yang melibatkan seluruh peserta didik. Hal ini tidak hanya melatih keterampilan seni, tetapi juga mengajarkan nilai kerja sama, disiplin, penghargaan terhadap hasil karya orang lain dan terpenting adalah dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada peserta didik. Rasa percaya diri sangat besar pengaruhnya bagi pengembangan seni,
Min 27 Aceh Besar adalah salah satu Madrasah yang mengembangkan bakat minat peserta didik, salah satunya dibidang seni. Ada beragam bakat minat yang diikuti oleh peserta didik Min 27 Aceh Besar antara lain:
Tari Ranup Lampuan, Tari Tika Seuke, Tari Sinyak Chen-chen, Nasyid, Rebana, Tilawah, Mewarnai, Kaligrafi, Drama, Pantomim dll Dibawah naungan “Sanggar Seni Beujroh” mereka sudah mengukir banyak prestasi. Terbukti bahwa Min 27 Aceh Besar merupakan Madrasah yang benar-benar memperhatikan dan sangat mendukung bakat minat peserta didik. Madrasah memberi peluang bagi yang memiliki potensi dibidang seni untuk mengembangkan bakat minatnya, dia boleh memilih seni mana saja yang dia sukai. Namun demikian ada juga peserta didik yang multi talenta, di semua bidang dia mampu seperti: seni, olahraga, akademik seperti olimpiadepun dia mampu. Untuk mendukung dan mewadahi penyaluran bakat minat peserta didik Min 27 Aceh Besar mengadakan acara tahunan pentas seni yang bertajuk “Piasan Seni disingkat dengan PINSI” yang sudah berlangsung selama 3x dan Pentas seni yang dilaksanakan pada tahun 2025 adalah PINSI 3 dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari berbagai pihak.
Pentas seni adalah salah satu wadah untuk menunjukkan kemampuan, keterampilan dan kreativitas peserta didik dalam bidang seni. Baik itu dalam bentuk tarian, musik, drama, monolog, pantomim dan lain sebagainya. Proses latihan yang intens dan persiapan yang matang sebelum pentas serta mengasah kemampuan teknis, disiplin dan kreativitas peserta didik dilakukan melalui 3x tahapan seleksi. Hal ini membantu mereka untuk mengembangkan kepercayaan diri, kerja sama tim dan ketekunan. Disitulah sungguh luar biasanya Min 27 Aceh Besar sangat mendukung bakat minat peserta didik sehingga animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke Min 27 Aceh Besar sangatlah tinggi.
Namun sehebat apapun gurunya, selengkap apapun fasilitasnya, dukungan orang tualah yang paling penting. Kerja sama yang baik antar pihak sekolah dan orang tua akan menghasilkan generasi emas yang gemilang sesuai dengan tema PINSI 3 ” Melejit Bersama Era Digital Menoreh Prestasi Internasional Menuju Generasi Emas”.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...