1000131786
Indepth Report: Pinsi 3 Menjadi Wadah untuk Mengembangkan Bakat Peserta Didik dalam mendukung penerapan kurikulum merdeka

 

Penulis: Desi Ermi, S. Pd., Gr

Aceh Besar, 25 Februari 2025 — Dalam upaya mengembangkan kreativitas dan bakat seni peserta didik, MIN 27 Aceh Besar kembali menggelar Pinsi 3 (Piasan Seni) sebagai wadah bagi mereka untuk menyalurkan dan mengasah kemampuan seni mereka. Mulai dari seni musik, teater hingga tari.

Program Pinsi ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengeksplorasi dan meningkatkan kemampuan seni mereka, yang seringkali terlupakan dalam sistem pembelajaran. Sebagai bagian dari penerapan kurikulum merdeka, Pinsi bukan hanya berfokus pada keterampilan saja, tetapi juga mengembangkan nilai-nilai seperti kerja sama, disiplin, dan ekspresi diri.

Kegiatan pinsi 3 yang berlangsung selama 2 hari yang di ikuti seluruh peserta didik MIN 27 Aceh Besar mulai dari kelas l hingga kelas Vl. Berbagai tampilan pun di suguhkan untuk para tamu undangan dan orang tua peserta didik.

Banyak orang tua peserta didik yang menitikkan air mata melihat anaknya tampil di panggung yang besar dan megah yang disaksikan oleh ratusan penonton.
Menurut Kepala Madrasah Naswati, S. Ag, “program ini adalah wadah bagi peserta didik untuk mengeksplorasi dan pengembangan bakat minat peserta didik, kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada pelajaran akademik saja melainkan peserta didik di beri kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minat mereka”.

Tak hanya itu, program Pinsi 3 yang di adakan MIN 27 ini sangat mendukung program pemerintah tentang penerapan kurikulum merdeka. Melalui Pinsi 3 ini, banyak peserta didik yang merasa lebih percaya diri dalam mengekspresikan diri mereka. “Saya merasa bangga dapat melihat semua peserta didik tampil dengan penuh percaya diri bisa menampilkan bakat mereka di depan tamu undangan dan orang tua mereka masing-masing . Ujar Kepala Madrasah.

Diharapkan, dengan adanya Pinsi, bakat seni peserta didik dapat semakin berkembang dan memberi dampak positif dalam pembentukan karakter mereka. Program ini juga diharapkan dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepekaan seni yang tinggi, yang dapat bermanfaat bagi kehidupan sosial dan budaya bangsa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...