Jejak Langkah: Kisah Inspiratif Pak Kamarullah dalam Menggerakkan Kurikulum Merdek
Pak Kamarullah merupakan salah satu wali murid yang aktif dan juga salah satu pengurus komite di MIN 27 Aceh Besar. Beliau juga seorang WI di BDK (Balai Diklat Keagamaan) Aceh.Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat ramah dan sangat mudah berbaur dengan orang-orang sekitar.
Suatu hari, Pak Kamarullah melihat bahwa ada kebutuhan akan pengetahuan tambahan di kalangan guru. Dengan inisiatifnya sendiri, beliau menawarkan diri untuk mengadakan pelatihan tentang topik-topik yang relevan dan bermanfaat bagi siswa dan juga guru. Tawaran ini disambut dengan gembira oleh pihak sekolah dan para guru.
Pak Kamarullah dengan senang hati mempersiapkan materi pelatihan dan menyampaikannya dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh guru. Beliau tidak mengharapkan imbalan apapun atas apa yang dilakukannya. Baginya, yang terpenting adalah dapat berbagi ilmu dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di sekolah. Terutama sekali untuk Min 27 Aceh Besar dimana anak-anak nya menimba ilmu.
Apa yang dilakukan oleh Pak Kamarullah sangat relevan dengan semangat dan tujuan Kurikulum Merdeka. Pertama, tindakannya menunjukkan bahwa pembelajaran dapat berpusat pada murid. Beliau sebagai wali murid, menunjukkan inisiatif dan peran aktif dalam mendukung pembelajaran di sekolah, yang sejalan dengan fokus Kurikulum Merdeka pada kebutuhan dan minat murid.
Kedua, Pak Kamarullah telah mewujudkan semangat merdeka belajar. Kurikulum Merdeka memberikan otonomi kepada satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan murid. Inisiatif Pak Kamarullah untuk berbagi ilmu menunjukkan bahwa semangat merdeka belajar juga dapat diwujudkan oleh wali murid. Beliau tidak hanya menerima informasi dari sekolah, tetapi juga aktif mencari dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi komunitas sekolah.
Ketiga, kisah Pak Kamarullah adalah contoh nyata kolaborasi yang baik antara wali murid dan sekolah. Kurikulum Merdeka mendorong kolaborasi antara sekolah, guru, murid, dan orang tua. Pak Kamarullah tidak hanya berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, tetapi juga aktif memberikan kontribusi yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kemitraan yang kuat antara sekolah dan orang tua dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Keempat, kerelaan Pak Kamarullah berbagi ilmu tanpa mengharapkan imbalan menunjukkan karakter yang positif dan patut dicontoh. Nilai-nilai seperti kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi sangat penting dalam Kurikulum Merdeka untuk membentuk murid yang berkarakter Pancasila.
Kelima, semangat Pak Kamarullah untuk terus belajar dan berbagi ilmu mencerminkan konsep pembelajaran sepanjang hayat (long life learning). Kurikulum Merdeka juga mendorong murid untuk memiliki semangat yang sama, yaitu terus belajar dan mengembangkan diri sepanjang hidup mereka.
Kisah Pak Kamarullah adalah contoh inspiratif tentang bagaimana wali murid dapat berperan aktif dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Inisiatifnya untuk berbagi ilmu, kerelaannya, dan semangat kolaborasinya sangat sejalan dengan nilai-nilai dan tujuan Kurikulum Merdeka. Semoga kisah ini dapat menginspirasi wali murid lainnya untuk lebih terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka dan mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih baik.
Tulisan Oleh : Saffana Nafisa dan Razila Azzahra
