WhatsApp-Image-2026-03-23-at-20.46.59-3
Kantin Nadhifah kantin sehat di MIN 27

Cerita Pendek by Mulyana S. Ag

(Pengurus Kantin Sehat Nadhifah MIN 27 Aceh Besar)

Dulu, sebelum kantin ini jadi kantin sehat, suasananya beda sekali. Anak anak lebih suka jajan sembarangan, kadang sampai keluar gerbang sekolah. Ibu lihat itu jadi khawatir kali, karena makanan di luar belum tentu bersih dan aman untuk mereka. Makanya pelan pelan ibu ubah konsep kantin ini menjadi kantin nadzifah kantin sehat.

kalian harus lihat saat jam sarapan pagi dimana setelah kegiatan awal pagi di sekolah. itu ramainya anak anak serbu ke kantin, padahal kantin sehat ini sudah dipisahkan antara laki laki dan perempuannya.

jujur aja yaa dulu ibu jualan apa aja yang penting laku dan anak anak suka dengan makanannya. gorengan yang minyaknya bernetes, minuman yang warnanya warna warni, serta ada saus yang ga bahaya tubuh manusia apalagi untuk anak anak yang sedang masa pertumbuhan gizinya. pokoknya bikin lidah anak anak ketagihan sama penyedap. tapi tiap hari pasti dengar mereka batuk batuk atau ada yang sakit perut di uks , hati ibu jadi ga enak merasa berdosa.

makanya sekarang kantin ibu berubah total. ga ada lagi tu gorengan yang kebanyakan minyak atau jajanan yang penuh dengan penyedap.

“bu, bakso goreng crispy ga ada lagi yaa?” si cahaya tanya, dengan wajah manyun.

ibu cuma ketawa, terus sambil ngasih jagung manis hangat dengan sedikit pakai susu dan keju. “udah, cahaya makan ini aja. biar kamu ga capek saat main lari lari.  enak tau rasanya manis asli bukan pemanis buatan yang bikin tenggorokan haus.”

seneng hati ibu Waktu liat Najwa yang biasanya pilih pilih makanan, sekarang malah paling lahap makan nasi uduk ikan keumamah bu baiti, nasi uduk ayam sumur, nasi kuning telur sambal teri. kadang ada wali murid yang datang bilang “makasih ya bu, gara gara jajan disini, anak saya di rumah jadi ga susah lagi buat makan.”

dengan begitu rasa capek jadi pengurus kantin ibu langsung hilang. rasa kaya dapat bonus besar!

dikantin ini semua produk yang dijual udah bersertifikat halal dari Kementerian Agama Republik Indonesia. jadi ibu pastikan semua makanan yang anak anak makan itu aman dan halal, gak ada yang meragukan. makanya ibu juga lebih tenang jualannya, karena udah jelas terjamin kualitasnya.

oh iya, di sekolah ini juga beda kali sistem kantinnya. disini ga pakai uang langsung sebagai transaksinya tapi pakai kupon untuk jajan dikantin ini.

jadi anak anak itu harus tukar dulu uangnya ke wali kelas masing masing atau ke bank M27 jadi kupon, baru bisa jajan dikantin. tujuannya biar anak anak ga jajan sembarangan diluar sekolah. soalnya di luar itu banyak makanan yang kurang bersih, dan banyak penyedabnya.

dengan pakai kupon, ibu jadi lebih mudah kontrol makanan apa saja yang anak anak makan. semua yang dijual dikantin udah ibu usahakan sehat dan bersih. Namanya juga kantin sekolah min 27 kantin nadhifah kantin sehat.

awalnya ada yang ngeluh, katanya ribet kali harus pakai kupon, tapi lama lama mereka terbiasa juga. malah sekarang jadi lebih tertib, gada lagi yang kabur keluar buat jajan diluar. Ide menggunakan kupon ini berasal dari pimpinan sekolah MIN 27. Beliau punya tujuan supaya anak anak tidak jajan sembarangan di luar sekolah.

Karena diluar gerbang itu kan banyak kali penjual liar yang jual makanan yang belum tentu bersih, bahkan bisa berbahaya untuk Kesehatan anak anak. Jadi untuk mencegah itu, dibuatlah sistem kupon ini.

ibu pun jadi lebih tenang, karena tau apa yang masuk ke perut anak anak itu lebih terjaga dan anak anak yang sering sakit perut di uks semakin berkurang dari dampak sstem kupon dan kantin sehat ini.

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...