1000447685
Kesan Ku Selama Mengikuti Rapai Geleng 

Kesan Ku Selama Mengikuti Rapai Geleng 

M. Rafa Al-Ghifari 

Kelas 5 Al-Fattah 

 

Pertama sekali saya dipilih menjadi anggota rapai geleng oleh ibu kepala madrasah Naswati, S.Ag. Keesokan harinya saya dan teman-teman mengikuti latihan untuk yang pertama kalinya bersama bang Fairus Zabadi dan bang Opal Duana. 

 

Saya dan teman-teman mulai berlatih. Kami berjumlah 20 orang. Karena semuanya anggota baru, kami latihan setiap hari selama kurang lebih tiga bulan.  Namun tangan dan kaki terasa sakit karena terus duduk dan kaki terlipat. Seperti posisi duduk kaki terlipat dan tangan memukul Rapai. Saat berlatih saya harus menahan rasa sakit. Alhamdulillah sudah saya lalui semua itu. 

 

Kami diajarkan juga gerakan Rapai yaitu menggelengkan kepala, gerakan berpindah tempat, gerakan bervariasi lainnya. Kami semua berusaha semaksimal mungkin untuk latihan dengan serius. Saat latihan kami selalu di pantau oleh ibu kepala madrasah yaitu ibu Naswati, S.Ag melalui cctv yang ada di ruang perpustakaan. 

 

Sebagai bukti dari kemantapan dari hasil latihan kami, ibu kepala madrasah mengajak kami untuk shooting Rapai Geleng di Taman Kota Banda Aceh. Kami memakai seragam baru.. Ternyata latihan Rapai Geleng yang kami lakukan selama ini membuahkan hasil. Rapai Geleng MIN 27 Aceh Besar telah ada di channel YouTube. Jangan lupa ditonton teman-teman yaaa..

 

Selesai shooting,, kami menunggu saatnya penampilan kami di acara PINSI-4 di gedung Hall Serbaguna Stadion Harapan Bangsa 11-12 Februari 2026. Tim Rapai Geleng kami juga ikut berkolaborasi dengan Tari Tika Seukeee dan Tari Sinyak Cen-Cen dalam judul Tarian Rentak Sigo yang telah dipatenkan sebagai hak cipta karya MIN 27 Aceh Besar dan telah di launching pada acara PINSI-4.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...