1000133402
Kurikulum Merdeka: Solusi untuk Membangun Karakter dan Kemandirian Peserta Didik

Oleh : Nury Jannaty

(Mahasiswi PPL PAI UIN Ar-Raniry) 

Kurikulum Merdeka merupakan terobosan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan kemandirian yang tinggi. Dengan pendekatan ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan diri secara lebih optimal, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Di MIN 27 Aceh Besar, penerapan Kurikulum Merdeka telah membuktikan bahwa pendekatan ini mampu menciptakan generasi yang lebih mandiri dan aktif dalam proses pembelajaran.
Pembuktian ini dapat kita lihat melalui salah satu kegiatan yaitu literasi digital. Dalam era digital yang semakin maju, kemampuan untuk mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi secara digital menjadi sangat penting. Kurikulum Merdeka di MIN 27 Aceh Besar mengintegrasikan kegiatan literasi digital ke dalam pembelajaran sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta didik dalam menggunakan perangkat digital, tetapi juga untuk mengajarkan mereka bagaimana cara berpikir kritis dalam menilai informasi yang mereka temui di dunia maya.
Melalui kegiatan literasi digital, peserta didik MIN 27 Aceh Besar terlibat langsung dalam proses pencarian informasi, pemanfaatan aplikasi pembelajaran, dan penyelesaian tugas-tugas yang melibatkan teknologi. Hal ini membangun kemandirian mereka, karena peserta didik diberikan kebebasan untuk mencari solusi, memilih sumber belajar yang sesuai, dan bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri. Mereka tidak hanya menerima materi pelajaran dari guru, tetapi juga aktif mencari informasi tambahan yang dapat menunjang pengetahuan mereka, baik melalui internet maupun aplikasi pembelajaran.
Selain itu, literasi digital di MIN 27 Aceh Besar juga mengajarkan peserta didik untuk menghargai etika digital. Dalam setiap kegiatan, peserta didik dilatih untuk menghormati hak cipta, tidak menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya, serta berinteraksi secara positif di dunia maya. Pembelajaran ini sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik, agar mereka menjadi individu yang tidak hanya cerdas dalam penggunaan teknologi, tetapi juga bertanggung jawab atas dampak dari teknologi yang mereka gunakan.
Penerapan literasi digital di MIN 27 Aceh Besar telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kemandirian peserta didik. Salah satu contoh nyata adalah penggunaan platform digital dalam pembelajaran, seperti aplikasi Jelajah Ilmu. Aplikasi ini memungkinkan peserta didik mengakses materi, mengumpulkan tugas, dan berkomunikasi dengan guru dan sesama peserta didik secara lebih efisien. Peserta didik dapat memanfaatkan berbagai aplikasi belajar yang ada untuk memperdalam materi pelajaran di luar jam sekolah, sehingga mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pengajaran langsung dari guru. Mereka juga menggunakan aplikasi quizziz untuk mengikuti uji tes yang berguna untuk melihat dan mengukur kemampuan belajar. Tidak hanya itu, peserta didik juga diberikan kesempatan untuk membuat konten digital, seperti video pembelajaran atau presentasi digital, yang mengasah keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi untuk tujuan positif. Dan peserta didik juga bisa mendesain powerpoint menggunakan aplikasi canva. Dengan cara ini, mereka dapat mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah. Aktivitas ini mendorong mereka untuk menjadi lebih mandiri dalam mengelola waktu dan belajar secara lebih fleksibel
Kurikulum Merdeka di MIN 27 Aceh Besar telah terbukti efektif dalam membangun karakter dan kemandirian peserta didik, terutama melalui kegiatan literasi digital. Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri, menggunakan teknologi secara bijak, serta mengembangkan karakter melalui etika digital. Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan peserta didik. Meskipun tantangan seperti keterbatasan akses teknologi masih ada, kerjasama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat memastikan bahwa siswa MIN 27 Aceh Besar siap menghadapi tantangan di dunia digital dengan karakter yang kuat dan kemandirian yang tinggi.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...