1000577937
Launching 4 Buku bersama Nyalanesia 

 Hari ini Senin, tanggal 27 Juli 2026 MIN 27 Aceh Besar mengikuti zoom bersama Tim Nyalanesia terkait peluncuran buku empat buah buku karya tulis siswa. 

    Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar telah menjalin kerjasama bersama Nyalanesia sejak tahun 2022. Selama kurun waktu 5 tahun, peserta didik MIN 27 Aceh Besar telah banyak menghasilkan karya, baik itu karya siswa maupun guru. Menindaklanjuti mengenai salah satu fasilitas spesial bagi sekolah yang mendaftarkan lebih dari 250 siswa yaitu lounching buku. 

       Acara launching buku secara ekslusif di pandu oleh Mba Shafa dari Nyalanesia. 

Adapun buku yang lounching sebanyak 4 buah buku terdiri dari 2 buku Antologi Puisi : Gelora Bangsa dan Janabijana Bersinar dan 2 buah Buku Antologi Cerita Pengalaman 

Pribadi : Imaji Kecilku dan Calitra Aneuk Miet. 

       Kata sambutan mewakili dari ibu Kepala madrasah yang sedang mengikuti kegiatan di luar madrasah disampaikan oleh koordinator keuangan bapak Fauzan, S. Pd.I Beliau menyampaikan bahwa ” menulis dapat membuka wawasan dan cakrawala.

Dan melalui tulisan kita bisa mengungkapkan perasaan serta menghasilkan sebuah karya yang luar biasa dari peserta didik MIN 27 Aceh Besar”. 

       Kegiatan lounching buku ini dilaksanakan secara zoom bersama Tim Nyalanesia bertempat dimushalla Al-Fattah diikuti oleh peserta didik kelas 4 Al-Khaliq (Kelas Digital) dan kelas 5 Asy-Syakur. Peserta didik mengikuti zoom sangat antusias karena hasil karya mereka hari ini di lounching secara ekslusif oleh Tim Nyalanesia. 

Dalam kegiatan ini, ada penampilan dari siswa berupa pembacaan karya dari buku yang di lounching dibacakan oleh ananda Muhammad dan Raisya dan dari Guru dibacakan oleh Miss Shaffana Nafisah, S. Pd dan ibu Reza Sukma Dewi, S. Pd.

       Pada penampilan Mis Oca dalam buku Gelora Bangsa dengan karya seruan merdeka dibalik kerudung merah muda. Mis Oca menyampaikan dengan penuh semangat dan penghayatan. Bagaimana seorang emak-emak yang ikut dalam demo bersama mahasiswa ikut menyampaikan aspirasi dari masyarakat terkait kenaikan harga barang dan BBM. 

       Dilanjutkan dengan buku Janabijana Bersinar dibacakan oleh Raisha Shidqia dari kelas 6 Ar-Rasyid (Kelas Digital). 

Raisha membacakan puisi karya Bunayya Shalihah alumni MIN 27 Aceh Besar yang berjudul garudaku. Puisi tersebut menggambarkan tentang sosok burung Garuda yang melambangkan sayap memiliki kekuatan yang sangat kokoh yang dapat mengayomi segenap jiwa anak bangsa.

       Kemudian dilanjutkan oleh Bu Reza Sukma Dewi, S. Pd membaca cerita dalam buku Imajik Kecilku yang ditulis oleh Tajurrina, S. Pd yang berjudul merajut mimpi di pelosok Bireuen. Sekolah tersebut terletak di pelosok desa di kabupaten Bireuen yang sangat membutuhkan banyak adaptasi. Mulai dari pemahaman bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sehingga memiliki banyak tantangan dan pengalaman selama di madrasah tersebut.

 

       Muhammad dari kelas 6 Al-‘Alim membacakan cerita pengalaman pribadi dari buku Calitra Aneuk Miet. Buku itu menceritakan tentang pengalaman pribadi yang dituliskan oleh anak kecil. Cerita yang dibacakan Muhammad berjudul keseruan di madrasah ku ditulis oleh Fathir Sumayya. 

Cerita ini menggambarkan tentang keseruan selama berada di madrasah. Kami bisa bermain sepuasnya sebelum dijemput oleh orang tua. Ibu dan bapak guru akan menemani kami sampai orang tua datang menjemput. Belum lagi di madrasah kami memiliki banyak sekali kegiatannya. 

      Selesai membacakan puisi dan cerita pengalaman pribadi, kegiatan selanjutnya adalah talkshow tentang bagaimana proses pembuatan sebuah buku menjadi sebuah karya yang dilakukan oleh MIN 27 Aceh Besar. 

Diawali dengan ibu Afridayani sebagai guru koordinator GSMB menyampaikan bagaimana MIN 27 Aceh Besar mengikuti GSMB. Melalui pembiasaan menulis perlahan tapi pasti akhirnya peserta didik bisa menulis menjadi sebuah karya. 

       Dilanjutkan dengan ibu Suci Rahmafitri menyampaikan proses penulisan sebuah buku melalui kegiatan wisata literasi. Pengelompokan siswa dan pendampingan oleh guru pembimbing dalam proses penulisan karya tulis. Sehingga Mbak Shafa dari Nyalanesia merasa sangat tertarik dengan program yang telah dilaksanakan oleh MIN 27 Aceh Besar

        Perwakilan dari siswa yaitu Raisha Shidqia juga ikut menyampaikan tantangan dan pengalaman proses menulis selama mengikuti kegiatan GSMB bersama Nyalanesia. ” Kami diajak berwisata yaitu belajar sambil bermain. Sehingga kami merasa tertarik untuk menulis. Apalagi guru pendamping terus membimbing kami sampai selesai menjadi karya tulis “.  Tantangannya adalah bingung dalam mencari ide dalam memulai menulis.  

       Sesi terakhir adalah apresiasi dan foto bersama. Terimakasih kepada pihak MIN 27 Aceh Besar yang telah konsisten dalam mengikuti kegiatan bersama Nyalanesia dan banyak melakukan kontribusi yang luar biasa.  Penutup dari Furqan Desriandy, SE menyampaikan bahwa dengan adanya lounching buku ini menjadikan kami MIN 27 Aceh Besar merasa sangat dihargai dan diapresiasi. Terimakasih Nyalanesia…

Nyalanesia,,, nyalakan masa depan…

Persgu: Afridayani,. M. Pd

      

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...