Pengalaman Kelas Tahfidz
Alifa Zahwa
Kelas 5 Asy-Syakur
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,,,
Saya Alifa Zahwa sekarang duduk di bangku kelas 5. Saya mau menceritakan tentang pengalaman mengikuti kelas tahfidz sampai akhirnya saya bisa tasmi’ juz 30,,, mau tau gaaaak…. Seru banget pokoknya…!
Jadi,,, sebelum saya ikut kelas tahfidz di madrasah, sebenarnya saya sudah sering belajar di rumah bersama ayah. Biasanya setelah shalat magrib, ayah mengajak saya untuk membuka Al-Qur’an dan mengulang-ulang surah yang ingin di hafal, terkadang tajwid saya masih salah, tetapi ayah terus membantu memperbaiki tajwidnya. Ayah mengajarkan saya dengan penuh semangat dan kelembutan. Ayah selalu tersenyum saat mendengar bacaan. Saya jadi semakin bersemangat dalam menghafal.
“Kesan pertama mengikuti kelas tahfidz”
Ketika saya baru naik kelas 4, ibu wali kelas menyebutkan nama-nama yang terpilih untuk masuk kelas tahfidz. Ternyata dari sekian nama yang disebut wali kelas nama saya juga ada dan saya sedikit terkejut,,, karena saya mengira bahwa kelas tahfidz itu sulit. Sedikit demi sedikit hafalan saya sudah semakin banyak. Saat belajar di madrasah saya selalu menyetor hafalan dan di rumah saya terus muraja’ah.
“Tasmi’ juz 30”
Pada saat bapak guru pembimbing mengatakan bahwa saya akan tasmi’, maka saya mempersiapkan diri dengan terus mengulang hafalan dengan giat penuh semangat dan selalu menyetor hafalan kepada bapak pembimbing dari surat An-Naba’ sampai surat An-Nas. Ketika jam pelajaran tidak ada yang masuk karena guru sedang rapat, saya sering mengulang-ulang hafalan agar lebih lancar ketika tasmi’.
Dan tibalah dimana hari itu adalah hari saya tasmi’. Tidak terasa saya sudah duduk di hadapan teman-teman, ustadz dan ibu bapak guru. Saya sedikit gugup dan takut ketika ustadz pembimbing mempersilahkan saya untuk memulai bacaan. Surat demi surat saya baca dengan perlahan. Dengan keringat yang sudah mulai mengalir,,, alhamdulillah akhirnya selesai saya membacakan seluruh surat yang terdapat pada juz 30.
Kemudian bapak pembimbing mempersilahkan saya untuk bersalaman dan memeluk kedua orang tua. Saya pun langsung memeluk kedua orang tua dengan tanpa sadar air mata ikut mengalir dan membasahi pipi…
“Harapan”
Harapan saya adalah bukan hanya menghafal juz 30, akan tetapi saya harus bisa dan mampu menghafal 30 juz Al-Quran. Aamiin… Doa’ kan saya semoga menjadi seorang hafidzah yang hebat dan dapat membanggakan kedua orang dan di sayangi oleh guru.
Akhir kata saya ucapkan terimakasih kepada semua ibu bapak guru, ustadz, ustadzah dan teman-teman semua yang selalu sabar dan setia menemani kita semua dalam kelas tahfidz MIN 27 Aceh Besar.
