MATEMATIKA DIKELAS I
Diana, S. Pd
Latar Belakang
Mengajar matematika di kelas 1 adalah sebuah perjalanan ke jantung pendidikan dasar. Ini adalah fase kritis di mana fondasi numerasi diletakkan, peserta didik bertransisi dari dunia permainan pra-sekolah ke struktur formal angka dan operasi.
Pentingnya pelajaran matematika dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari, matematika berawal dari kebutuhan praktis untuk berhitung dan mengukur. Kebutuhan ini muncul dalam aktivitas sehari-hari tidak hanya dalam dunia pendidikan tetapi yang tidak berpendidikan juga membutuhkan ilmu matematika, seperti menghitung jumlah ternak, transaksi jual beli, menentukan batas tanah dan mengukur volume wadah.
Pelajaran matematika wajib diajarkan disemua jenjang pendidikan (SD, SMP,SMA sampai Perguruan Tinggi) matematika membentuk cara berfikir peserta didik, memecahkan masalah , mendorong peserta didik untuk menemukan berbagai cara dan strategi untuk mencapai solusi.
Sejak usia dini peserta didik harus mengetahui angka atau jumlah uang dari yang terkecil sampai angka terbesar. Begitu juga dengan penjumlahan, penguranga, pembagian dan perkalian.
Tantangan belajar peserta didik pada pelajaran matematika
Sebagian peserta didik sudah menguasai hitungan dasar, sementara sebagian lainnya bahkan masih kesulitan dalam menghitung benda dan mencocokkan dengan angka.
Peserta didik kelas 1 masih sangat terikat pada aktivitas bermain, membuat konsentrasi pada materi abstrak seperti matematika menjadi tantangan harian. Pelajaran matematika jika tidak di perhatikan dengan sungguh-sungguh maka tidak akan paham dan tidak mengerti.
Guru sangat kewalahan mengajar pelajaran matematika di kelas 1 usia 6-7 tahun berada pada tahap transisi antara pra-operasional dan operasional konkret. Artinya, mereka tidak dapat memahami konsep tanpa melihat, menyentuh, dan memanipulasi benda fisik. Mereka ketika di minta untuk berhitung harus adanya objek nyata seperti buah, lidi, kelereng dan jari. Ada beberapa kesulitan yang di alami oleh peserta didik kelas 1 :
1. Sulit untuk memahami ke simbul angka atau operasi hitung ( 4 + 5 = . . . , 2 + 6 = . . .) jika tidak ada guru yang mengarahkan.
2. Peserta didik menghafal urutan 1, 2, 3, 4, 5 . . . tetapi belum memahami bahwa angka 5 setara dengan lima benda.
3. Peserta didik sering melakukan kesalahan berhitung, karena kurang teliti, terburu-buru atau masih mengandalkan hitungan jari.
4. Kesulitan dalam penjumlahan/pengurangan dengan cara menyimpan, meminjam dan menghitung mundur.
5. Kesulitan dalam membaca soal cerita, dikarenakan masih ada yang belum lancar membaca dan belum memahami isi apa yang telah di baca.
Jika guru menyampaikan materi hanya dengan ceramah tidak menggunakan papan tulis ataupun media yang konkret peserta didik akan kesulitan dalam memahami.
Peran guru sangat penting, untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik guru harus malaksanakan metode pembelajaran yang variatif, adanya media pembelajaran (seperti lidi, kelereng, kartu angkat atau benda lainnya). Guru juga harus mampu mengenali setiap peserta didik memiliki kecepatan belajar yang berbeda dan memberikan bimbingan khusus.
Materi yang di ajarkan di kelas I
1. Bilangan dan Operasi Dasar (0-20)
Inti dari matematika kelas 1 adalah membangun dan menguasai operasi hitung sederhana. Ini adalah pilar yang paling intensif diajarkan. Dalam berhitung bisa menggunakan strategi bernyanyi.
2. Bilangan dan Korespondensi Satu-Satu
Sebelum operasi hitung, peserta didik harus menguasai membilang (counting) dan korespondensi satu-satu. Ini berarti mereka tidak hanya menghafal urutan angka (satu, dua, tiga…) tetapi benar-benar memahami bahwa setiap benda dalam kumpulan diwakili oleh satu angka.
3. Membaca dan Menulis Lambang Bilangan ( pengenalan angka 0 hingga 20 )
4. Membandingkan Bilangan
Menggunakan bahasa kualitatif (lebih banyak, lebih sedikit) sebelum beralih ke simbol formal (<, >, =).
5.Mengurutkan Bilangan dengan menyusun urutan maju dan mundur.
6. Penjumlahan dan Pengurangan
Berhitung menggunakan lego atau sempoa. Juga bisa dengan bilangan ( 5 + 2 = 7 dan 8 – 5 = 3)
6. Mengenal Bentuk Dasar
Segitia, segi empat, persegi, lingkaran. Pengenalan bentuk dasar dengan adanya gambar atau menunjukkan benda-benda disekitar seperti, pintu, jendela, lemari, jam , papan tulis dan meja.
7. Pengukuran panjang dan berat
Menggunakan satuan tidak baku, misalnya:
* Mengukur panjang meja, menggunakan jengkal/ pensil dan penghapus
* Mengukur panjang lantai menggunakan langkah kaki
* Mengukur papan tulis menggunakan depa
* Mengukur jendela menggunakan hasta
* Mengukur panjang buku menggunakan pensil atau penghapus
Kesimpulan
Pengajar matematika tidak hanya berfokus pada hasil akhir tetapi pada proses berfikir dan pembentukan konsep. Pembelajaran harus dimulai dari yang konkret(benda nyata) menuju abstrak(simbol angka).
Tujuan utama dikelas bawah adalah menambahkan pemahaman nilai dan hubungan antar bilangan bukan sekedar kecepatan berhitung.
Matematika harus disajikan dengan alat yang relevan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari –hari. Keberhasilan mengajar matematika diukur dari kemampuan guru untuk mengubah cara pandang peserta didik.
Karya ini telah terbit pada buku yang berjudul “KAPABILITAS PERSONAL”
