Mati Lampu Saat Hujan
Karya: Darmawati (Kelas IV As-Sami’) Senin, 5 Januari 2026
Saat mati lampu dan hujan turun dengan deras, saya tidak bisa pergi mengaji sore. Agar tetap ada air, saya mengambil timba untuk menampung air hujan dan memasukkannya ke bak mandi. Ketika malam tiba, keadaan sangat gelap karena kami tidak memiliki minyak tanah untuk menyalakan panyot (lampu pelita). Kadang saat mati lampu dan tidak hujan, kami kesulitan karena tidak ada air di kamar mandi.
Di hari lain saat cuaca cerah, saya tetap pergi mengaji sore. Sepulang mengaji, saya langsung mandi, lalu mengisi waktu dengan menggambar dan mengarang cerita. Begitu azan Maghrib berkumandang, saya segera mengambil wudhu dan melaksanakan salat Maghrib. Setelah itu, saya beristirahat di kamar Mama.
Ketika lampu kembali menyala, suasana rumah menjadi sibuk. Kami segera mengisi bak mandi, menyalakan televisi, mencuci piring, dan melakukan pekerjaan lainnya. Saya juga membantu Mama membereskan tempat tidur dan menyapu lantai sebelum beristirahat siang.
Setelah bangun tidur, saya melanjutkan kegiatan dengan menghafal Surah Al-Balad. Selesai menghafal, saya belajar materi Bahasa Arab dan Matematika. Ayah memberi saya soal latihan yang cukup sulit, sampai-sampai saya merasa kesulitan untuk menghafal angka-angkanya.
Demikianlah cerita singkat saya tentang pengalaman mati lampu saat hujan.
