92b3a21f-96fb-4f40-ae96-79fb4d693a32
“Mati Lampu Saat Hujan”

Mati Lampu Saat Hujan
Karya: Darmawati (Kelas IV As-Sami’) Senin, 5 Januari 2026

Saat mati lampu dan hujan turun dengan deras, saya tidak bisa pergi mengaji sore. Agar tetap ada air, saya mengambil timba untuk menampung air hujan dan memasukkannya ke bak mandi. Ketika malam tiba, keadaan sangat gelap karena kami tidak memiliki minyak tanah untuk menyalakan panyot (lampu pelita). Kadang saat mati lampu dan tidak hujan, kami kesulitan karena tidak ada air di kamar mandi.

Di hari lain saat cuaca cerah, saya tetap pergi mengaji sore. Sepulang mengaji, saya langsung mandi, lalu mengisi waktu dengan menggambar dan mengarang cerita. Begitu azan Maghrib berkumandang, saya segera mengambil wudhu dan melaksanakan salat Maghrib. Setelah itu, saya beristirahat di kamar Mama.

Ketika lampu kembali menyala, suasana rumah menjadi sibuk. Kami segera mengisi bak mandi, menyalakan televisi, mencuci piring, dan melakukan pekerjaan lainnya. Saya juga membantu Mama membereskan tempat tidur dan menyapu lantai sebelum beristirahat siang.

Setelah bangun tidur, saya melanjutkan kegiatan dengan menghafal Surah Al-Balad. Selesai menghafal, saya belajar materi Bahasa Arab dan Matematika. Ayah memberi saya soal latihan yang cukup sulit, sampai-sampai saya merasa kesulitan untuk menghafal angka-angkanya.

Demikianlah cerita singkat saya tentang pengalaman mati lampu saat hujan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...