u2-WhatsApp-Image-2025-09-17-at-12.38.32
“Menuju Puncak”

Sabtu, 21 Juni 2025. “Azka bangun, sudah pukul 05.00.”ucap guruku sambil menggoyang-goyangkan tubuhku. “Baik, bu.”ucapku dengan mata yang masih mengantuk. Aku bangun dari tempat tidurku dan segera menuju ke bathroom, lalu segera mandi, berwudhu, mengenakan pakaian, dan segera melaksanakan shalat subuh. Setelah semua beres, aku pun sarapan. Setelah itu, aku mengenakan sepatuku dan bergegas masuk ke mobil untuk berangkat ke gedung UNTAR (Universitas Tarumanegara) 2.

Saat sampai di gedung UNTAR 2, aku terkejut melihat peserta olimpiade yang sungguh banyak.

Waaw…. Bayangkan saja, untuk di levelku saja jumlah peserta 618 orang belum lagi level lainnya. Di mataku, peserta-peserta tersebut seperti semut yang berkerumunan. Pokoknya rame banget deh. Buanyak buanget dehhh…  Mulai dari  level TK sampai level SMP.

Kami pun langsung menuju ke lantai 5 ruang 11 untuk persiapan mengikuti lomba olimpiade OSI (Omni Sains Indonesia). Pada sesi pagi, aku ikut olimpiade untuk mapel IPA. 30 menit kemudian lomba pun dimulai. Di dalam ruangan aku melihat teman-temanku menjawab soal dengan sangat cepat. Mereka membuatku menjadi tidak percaya diri. Tapi aku ingat pesan guruku, “Azka ingat ya, Allah udah atur semuanya. Kamu harus percaya diri dan ingat baca doa sebelum mengerjakan soalnya ya” ucap guruku memberi semangat. Kalimat itu menambah kepercayaan diriku. Satu jam kemudian, olimpiade pun selesai. Anak-anak diizinkan untuk keluar ruangan dan menunggu jadwal olimpiade selanjutnya.

Setelah keluar dari ruangan guruku mengajakku untuk makan siang terlebih dahulu. Yah, itung-itung untuk mengisi amunisi olimpiade selanjutnya yaitu Bahasa Inggris. Setelah makan siang tak lupa aku mengerjakan kewajibanku sebagai umat muslim yaitu melaksanakan salat Zuhur sembari berdoa agar diberi kemudahan dalam menjawab soal olimpiade bahasa Inggris nanti.

Tepat pukul 02.00 siang olimpiade bahasa Inggris pun dimulai. Pintu ruangan pun ditutup. Kami semua dipersilahkan mengisi biodata dan menjawab soal. Di dalam ruangan, aku menjawab soal dengan percaya diri. Aku merasa bahwa semua jawabanku benar. Hehehe……
Satu jam kemudian,  batas waktu yang ditentukan pun berakhir. Semua anak-anak dipersilahkan untuk meninggalkan lembar jawaban di atas meja dan ruangan. Terlihat dari jauh,  guru pendampingku menungguku dengan penuh harapan.

Keesokan harinya tanggal 22 Juni 2025 adalah hari pengumuman atau bahasa kerennya hari Awarding. Aku dan guru pendampingku tiba di hotel Ciputra lantai 6 tempat dilaksanakannya Awarding Olimpiade OSI. Waaw…… Hotelnya besar banget teman-teman. Aku sampai planga plongo.

Satu persatu nama para pemenang dipanggil ke atas panggung. Aku sih udah pasrah apapun hasilnya aku terima dengan ikhlas. Namaku tidak disebut untuk naik ke panggung pada mapel Bahasa Inggris.

Tiba-tiba, 30 menit kemudian namaku disebut sebagai juara harapan 3 pada olimpiade IPA level 2 kelas 3-4 SD MI. Alhamdulillah..

Olimpiade tingkat nasional di Jakarta tanggal 21-22 Juni 2025 telah mengajarkanku banyak hal. Ridak hanya soal menang dan kalah tetapi juga soal mental baja untuk tidak mudah putus asa.

By: Maryam Al-Fiyah Azka

Kelas: V- As-Syakur

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...