Penulis : Maryam Al Fiyah Azka
10 November 2024 adalah hari pertamaku mengikuti olimpiade offline yang diselenggarakan oleh Omni Sains Indonesia dan diadakan di SD Muhammadiyah Banda Aceh. Kali ini aku mengikuti olimpiade IPA dan Bahasa Inggris yaitu pelajaran kesukaanku. Biasanya aku mengikuti olimpiade yang diselenggarakan secara online. Kali ini untuk babak penyisihan kota.
Alhamdulillah untuk tahap penyisihan kota aku berhasil dan maju ke tahap selanjutnya yaitu penyisihan provinsi yang diselenggarakan pada bulan Februari 2025 di SMA Methodist Banda Aceh.Tiba saat yang paling mendebarkan kami semua terdiam focus mendengarkan pengumuman sampai akhirnya kami mendengar…
“…. selanjutnya pada level provinsi kali ini, yang lolos ke tahap Nasional OSI 2024-2025 di Universitas Tarumanagara Jakarta atas nama…Maryam Al Fiyah Azka dari MIN 27 Aceh Besar untuk mata pelajaran IPA dan Bahasa Inggris dengan perolehan medali pada masing-masing mata pelajaran adalah Medali Perunggu”.

Suara itu langsung disambut histeris oleh keluargaku. Yeee….. akhirnya aku berhasil maju ke tahap Nasional
Aku langsung naik ke atas panggung untuk menerima medali penghargaan,Bangganya aku dua medali perunggu sekaligus menggantung di leherku.
Ini nggak mimpi, ini kenyataan. Aku mencoba mencubit pipiku, ternyata sakit. Berarti aku beneran nggak mimpi. Aku seneng banget.
Persiapan menuju OSI Nasional 4 bulan, dari bulan februari sampai bulan juni 2025. Karena lolos ke tingkat nasional, pihak sekolah memberiku hadiah jaket eksklusif dan T-shirt OSI. Limited edition, lohhh…
Selama 4 bulan itu, aku digembleng habis-habisan. Bayangkan saja untuk mata pelajaran Bahasa Inggris aku dibimbing oleh dua orang guru, yaitu Miss Alfi dan Miss Ocha. Sedangkan untuk pelajaran IPA juga dua orang pembimbing yaitu Bu Irsalina dan Bu Afni. Hampir setiap hari aku mengikuti kelas tambahan. Setiap ada temanku yang bertanya “Kepalamu gak lelah apa? Ngerjain soal tiap hari, lohhhh”, aku selalu jawab gini “Aku mah enjoy aja, lagian itu juga pelajaran kesukaan aku”. Teman-temanku pada geleng-geleng kepala. Mereka ngerjain satu soal matematika aja sudah ngeluh berkali-kali.
Rencana awal aku akan berangkat ke Jakarta bersama Kepala Madrasahku, yaitu Ibu Naswati. Kamis, 19 Juni 2025 yang bertepatan dengan hari pesijuk aku, ternyata Ibu Kepala Madrasahku tidak bisa pergi bersamaku karena satu dan lain hal. Jadi yang berangkat bersama ku Ibu Maisarah. Aku sangat bersyukur karena walaupun tidak di temani oleh Ibu Kepala Madrasahku, masih ada guru lain yang siap mendampingiku untuk berlomba ditingkat Nasional.
Pada hari Kamis itu diadakan acara Persijuk. Acara Pesijuk itu adalah acara di mana pelepasan aku yg diadakan oleh pihak sekolah karena akan pergi berlomba ke Jakarta. Suasana acara begitu penuh haru. Dihadiri oleh kedua orang tuaku dan seluruh anggota sekolah termasuk bapak komite sekolah.
Jumat, 20 Juni 2025 keluargaku mengantarkan aku menuju bandara. Di bandara aku bertemu dengan beberapa orang guru dan ibu Maisarah yang sudah menungguku di lobby. Di sana para guru membuat acara pelepasan untuk aku dan ibu Maisarah yang ikut ke Jakarta. Acaranya sederhana namun penuh haru. Ada spanduk yang bertuliskan : Selamat berjuang Maryam
Pihak sekolah guru-guru memberi pelukan perpisahan dan ucapan selamat berjuang di olimpiade Jakarta. Keluargaku juga tidak mau ketinggalan ayah dan ibu serta adikku sampai menangis haru. Ini adalah keberangkatanku pertama jauh dari orang tua walaupun hanya beberapa hari tapi aku juga merasa sedih jauh dari keluargaku. Namun demi impian dan cita-citaku menuju go nasional semuanya aku pendam. Jauh di dalam hatiku aku bertekad agar Allah yang maha kuasa memberikanku kemudahan nanti di Jakarta semoga aku menang. Amin…
Bismillahirrahmanirrahim..
Tepat jam 10.00 WIB pesawat Garuda Indonesia yang aku tumpangi bersama ibu Maisarah terbang menuju Jakarta. Hatiku berkata “Ya Allah, mudahkanlah segala urusanku semoga aku selamat sampai tujuan dan kembali ke Aceh dengan selamat serta membawa hasil yang terbaik. Semoga aku bisa membanggakan MIN 27 dan keluargaku. Goodbye Aceh…
