Karya: Afridayani, S.Ag., M.Pd
Menulis adalah suatu kegiatan penyampaian pesan secara tertulis kepada pihak lain sebagai proses kreatif untuk menuangkan gagasan dan pikiran dalam bentuk sebuah bahasa tulisan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2010:1497), pengertian menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Menulis berarti menuangkan ide si penulis ke dalam bentuk tulisan sehingga maksud penulis dapat di ketahui banyak orang melalui tulisan yang dituliskan. Kegiatan menulis melibatkan beberapa unsur yaitu penulis sebagai penyampaian pesan, isi tulisan, saluran atau media dan pembaca. Tujuan dari menulis itu sendiri adalah menyampaikan pesan, memberitahu, menghibur dan meyakinkan.
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nyalanesia telah melaksanakan program menulis melalui literasi madrasah yaitu wisata literasi menulis cerpen, puisi dan surat. Melalui program tersebut MIN 27 Aceh Besar sudah melahirkan 4 karya peserta didik dan 2 karya guru dan sudah di lounching pada tanggal 10 Februari 2024 dalam acara PINSI-2.
Pada kegiatan wisata literasi MIN 27 Aceh Besar membagi peserta didik ke dalam beberapa kloter mengingat jumlah peserta didik yang berminat dan sangat antusias dalam menulis. Kloter tersebut bertujuan untuk memudahkan guru dalam mengawasi dan membimbing peserta didik.
Pembagian kloter sesuai dengan jenjang kelas yaitu kelas 6 kloter pertama menulis cerpen, kelas 5 kloter kedua menulis cerpen dan kelas 3 dan 4 kloter ketiga menulis puisi.
Bagi peserta didik yang ikut dalam kegiatan menulis, MIN 27 Aceh Besar melakukan kegiatan wisata literasi ke luar madrasah dengan tujuan untuk memberikan suasana baru yang lebih nyaman, asik, menarik dan menyenangkan sehingga akan muncul ide-ide yang akan dituangkan dalam menulis. Setiap kloter berbeda-beda tempat yang dikunjungi seperti kelas 6 kloter pertama berwisata ke nol kilometer kota Banda Aceh di Ulee Lheu, kelas 5 kloter kedua berkunjung ke Kapal Apung di Punge Blang Oi Banda Aceh dan kelas 3 dan 4 kloter ketiga berwisata ke Taman Kota Banda Aceh di Kecamatan Meraxa, Ulee Lheu.
Setiap kloter keberangkatan, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok yang didampingi oleh seorang pembimbing untuk mempermudah dalam proses Menulis. Pembimbing memberikan arahan dan bimbingan terkait tema dan judul yang akan ditulis. Peserta didik diberikan kesempatan menulis apa saja sesuai dengan tema atau judul berdasarkan pengalaman pribadi. Bagi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menulis, pembimbing terus melakukan pendekatan untuk memancing daya ingat dan daya tangkap agar peserta didik dapat memulai menulis.
Peserta didik MIN 27 Aceh Besar yang mengikuti program menulis buku ini sebagian besar sudah mampu menulis tinggal pembimbing mengarahkan saja. Akan tetapi bagi peserta didik yang sama sekali belum bisa menulis, pembimbing harus bekerja ekstra untuk memotivasi dan melakukan pendekatan agar peserta didik tetap bisa dan harus menulis sebagai proses pembiasaan untuk melatih peserta didik dalam hal menulis dan pada akhirnya mereka juga bisa menulis dan menghasilkan sebuah karya tulis dan sudah dibukukan.
Bagi pembimbing, saya pribadi juga masih harus belajar dan berusaha untuk dapat memahami karakter peserta didik yang menjadi tanggung jawab di kelompok.
Mereka memiliki karakter yang sangat berbeda-beda dengan karakter masing-masing. Ada yang sudah faham dan mampu menulis sehingga mudah bagi saya untuk mengarahkannya. Akan tetapi bagi mereka yang belum mengerti sama sekali tentang menulis maka saya akan terus berusaha memantau sejauh mana perkembangan tulisannya. Terus memancing imajinasinya dan membayangkan kembali pengalaman pribadi yang pernah mereka alami untuk mempermudah dalam menulis cerpen khususnya tema pengalaman pribadi yang menyenangkan.
Peserta didik yang sudah selesai menulis diberikan waktu untuk beristirahat dan bermain sejenak sambil menunggu pembimbing mengoreksi kembali hasil tulisan. Dan bagi yang belum selesai menulis terus melanjutkan tulisannya dan akan diberikan kesempatan bermain setelah selesai menulis.
Untuk tulisan yang telah dikoreksi, pembimbing akan meminta persetujuan kepada Kepala Madrasah dan Pers Guru MIN 27 Aceh Besar sebagai tim pengoreksi untuk dimasukkan dalam daftar cetak buku hasil karya peserta didik dan akan diterbitkan buku karya tulis peserta didik MIN 27 Aceh Besar.
Dalam kegiatan menulis ini, MIN 27 Aceh Besar bekerja sama dengan orang tua untuk turut mendukung program menulis buku bagi peserta didik. Tanpa dukungan dari orang tua MIN 27 Aceh Besar tidak dapat berjalan sendirian. Apalagi dana BOS yang tersedia di madrasah sangat terbatas sehingga tidak mencukupi untuk mengalokasikan semua kegiatan di madrasah yang sangat banyak.
Dari tulisan tersebut di atas sangat sesuai dengan amanat bapak menteri pendidikan yang mengharapkan kepada pemangku pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran di luar kelas yang bersifat asik, nyaman dan menyenangkan sehingga peserta didik merdeka belajar tidak harus di dalam kelas. MIN 27 Aceh Besar terlebih dahulu telah menerapkannya jauh hari sebelum adanya program dari pemerintah
