Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an di Madrasah: Refleksi Orang Tua dari Kelas Tahfidz MIN 27 Aceh Besar
Syarifah Fathmiyah orang tua dari Syarifah Aisyah kelas 6 Ar-Rasyid
Sebagai orang tua dari dua siswi MIN 27 Aceh Besar, Syarifah Aisyah dari kelas 6 Digital Ar-Rasyid dan Syarifah Khadijah dari kelas 4 Al-Barru, saya merasa sangat bersyukur atas terselenggaranya program kelas tahfidz di madrasah ini. Program yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin dan Rabu pukul 14.00 Wib hingga 16.00 Wib telah menjadi sarana yang sangat berharga bagi anak-anak dalam menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an sejak usia sekolah.
Sebagai bentuk dukungan, setiap jam istirahat kampus di Darussalam saya sempatkan datang ke MIN 27 Aceh Besar di Lambaro untuk mengantarkan makan siang untuk kedua putri saya. Setelah beristirahat sejenak setelah jam pelajaran reguler pukul 13.00, mereka segera makan siang, shalat Dzuhur dan bersiap-siap untuk mengikuti kelas tahfidz dengan penuh semangat. Dari kebiasaan sederhana itu, saya belajar bahwa hafalan bukan hanya tentang daya ingat, melainkan juga tentang komitmen, disiplin dan kesungguhan hati. Melihat anak-anak bertahan di sekolah hingga sore hari demi menjaga hafalannya, menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai orang tua.
Di kelas tahfidz ini, Aisyah dan Khadijah menghafal dari juz 30 secara bersama-sama memulai dari surah An-Naba’. Beberapa bulan dijalani hingga pada akhirnya Aisyah berhasil menuntaskan sampai surah An-Nas. Setiap proses Aisyah jalani dengan ketekunan dan semangat yang luar biasa, meskipun terkadang disertai rasa gugup dan takut lupa. Namun semua rasa lelah itu terbayar lunas pada hari tasmi’ tanggal 27 Agustus 2025, ketika ia berhasil menuntaskan hafalannya di hadapan guru, kepala madrasah dan keluarga.
Momen itu menjadi titik penting dalam perjalanan spiritualnya. Saya menyaksikan sendiri betapa besar perubahan dalam dirinya. Lebih sabar, lebih disiplin dan semakin mencintai ayat-ayat Allah. Bahkan adiknya Syarifah Khadijah turut mendukung penuh, meskipun belum tasmi’, ia tetap bersemangat menghafal dan bercita-cita ingin mengikuti jejak kakaknya. Saya percaya, semangat seperti ini tumbuh karena bimbingan para guru yang penuh kasih sayang di lingkungan madrasah yang kondusif untuk menanamkan nilai-nilai Qur’ani.
Alhamdulillah, buah dari kerja keras dan ketekunan itu kini tampak nyata. Pada 02 Oktober 2025, Aisyah berhasil meraih Juara-1 Lomba Tahfidz Qur’an pada even OD-FEST -V (Oemardiyan Festival -V), dan dua minggu kemudian, 14 Oktober 2025, ia kembali meraih Juara-1 Lomba Tahfidz Qur’an di even Al-Manar Talent -6. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis nilai Qur’ani mampu menumbuhkan karakter unggul dan percaya diri pada anak-anak.
Sebagai orang tua, saya ingin menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membimbing dan mendukung perjalanan Aisyah selama ini. Terimakasih kepada ustadz Zarkashi, pak Mujahidin dan ibu Razila sebagai guru pembimbing Tahfidz yang sabar dan telaten. Terimakasih juga kepada ibu Raudhah, guru pembimbing lomba, yang telah mengarahkan Aisyah dengan penuh dedikasi hingga mampu tampil percaya diri di berbagai ajang perlombaan. Dan tentu juga, apresiasi yang tulus saya sampaikan kepada ibu kepala madrasah ibu Naswati, S.Ag yang selalu memberikan kesempatan dan dukungan luar biasa kepada setiap peserta didik untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi mereka. Tak lupa ucapan terimakasih juga kepada setiap ibu dan bapak guru MIN 27 Aceh Besar atas dukungannya selalu.
Program tahfidz di MIN 27 Aceh Besar bukan sekedar kegiatan tambahan, tetapi merupakan pondasi awal pembentukan karakter generasi Qurani. Semoga kegiatan mulia ini terus berkembang menjadi ladang amal bagi para guru serta inspirasi bagi para orang tua untuk terus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di rumah. Karena sejatinya dari madrasah inilah ca
