Oleh : Nurmaya Sari (Persgu MIN 27 Aceh Besar)
Jumat 31 januari 2025 min 27 Aceh Besar mengadakan pelatihan untuk prajurid madrasah yang telah lama di rencanakan.
Sebanyak kurang lebih 120 orang prajurit madrasah mendapatkan pelatihan untuk menunjang kemampuan dan keterampilan mereka dalam menjalankan tugas sebagai peserta didik garda terdepan di min 27 aceh besar. Pelatihan ini diikuti oleh beberapa organisasi peserta didik yang ada di MIN 27 yaitu Prajurit Madrasah, Dokcil (dokter Kecil), Perscil (pers Cilik) serta prajurit G-sell ( tim pemilah sampah).
Kegiatan pelatihan ini di mulai dari pukul 08.00 wib sampai dengan pukul 16.00 wib yang dibuka langsung oleh kepala madrasah ibu Naswati, dalam sambutannya beliau memberikan arahan kepada peserta pelatihan untuk mengikuti pelatihan dengan baik karena banyak sekali ilmu baru yang dapat mereka peroleh dalam pelatihan ini. Serta beliau juga menyampaikan bahwa anak anak yang ikut kegiatan pelatihan ini merupakan anak anak pilihan dari 800 lebih peserta didik yang ada di MIN 27.
Setelah pembukaan peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mengikuti berbagai materi yang telah di persiapkan oleh tim fasilitator yang terdiri dari para guru yang tergabung dalam Tim Literasi,persgu ( pers guru) dan Tim minat tabloid, materi tersebut antara lain : Leadership,Publick speking ,9 Nilai Anti Korupsi dan Pemberantasan bullying yang diselingi dengan ice breaking, permainan kelompok serta tantangan tangngan yang menguji kemampuan problem solving dan kerjasama dalam tim.
Prajurit madrasah ini adalah perangkat kelas IV – VI yang terdiri dari ketua,wakil,bendahara,sekretaris,seksi kebersihan dan keamanan yang telah lolos seleksi.Tugas dari prajurit madrasah adalah menjaga ketertiban,keamanan,kebersihan serta membantu dewan guru dalam setiap kegiatan mahdrasah. Semoga dengan adanya pelatihan ini di harapkan prajurit madrasah semakin lebih baik dan terarah dalam menjalankan kewajibannya sebagai prajurit madrasah karena telah di bekali dengan berbagai ilmu yang dapat mereka terapkan sehingga menjadi prajurit yang bertanggung jawab sebagai “Pelopor dan Pelapor” serta dapat menjauhi hal hal yang dapat menjurus ke arah bullying.Prajurit Madrasah diharapkan dapat menjadi roll model bagi peserta didik lainnya.





