1000593070
MIN 27 ACEH BESAR LEPAS PESERTA JAMBORE NASIONAL DAN GELAR PEUSIJUEK UNTUK MUHAMMAD ARKAN*

Aceh Besar, 8 Agustus 2026. Suasana khidmat dan meriah mewarnai halaman MIN 27 Aceh Besar pada Sabtu pagi. Madrasah ini menggelar acara Peusijuek untuk Ananda Muhammad Arkan sekaligus Pelepasan Peserta Jambore Nasional yang akan bertolak ke Cibubur, Jakarta.

Acara dimulai dengan prosesi peusijuek, tradisi adat Aceh sebagai bentuk doa dan harapan agar selamat dalam menjalankan kegiatan. Muhammad Arkan yang akan mewakili madrasah dalam kegiatan tingkat nasional tersebut dipakaikan kalung bunga dan diberikan hadiah sebagai bentuk penghargaan dari madrasah. Ia juga menerima tepung tawar dari para guru dan pembina Pramuka.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kakankemenag Aceh Besar, H. Saifuddin, S.E., Kasi Penmad, para guru, pembina Pramuka, wali murid, serta ratusan peserta didik MIN 27 Aceh Besar. Dengan penuh antusias, seluruh siswa melepas keberangkatan rekan mereka. Para siswa tampak berbaris rapi dengan seragam Pramuka lengkap sambil mengumandangkan shalawat.

 

Kepala MIN 27 Aceh Besar, Naswati, S.Ag. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Muhammad Arkan. 

“Kami melepas Ananda Muhammad Arkan dengan doa. Semoga menjadi duta yang membawa nama baik Aceh Besar di Jambore Nasional di Cibubur. Jaga nama baik madrasah, jaga adab, dan pulang dengan membawa ilmu serta pengalaman yang berharga,” ujarnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh dewan guru, pembina, dan peserta didik di halaman madrasah yang dihiasi umbul-umbul warna-warni.

Semoga Muhammad Arkan dan kontingen Aceh Besar diberikan kelancaran, kesehatan, serta pulang dengan membawa prestasi.

Persgu: Tuti Marlina, S. Pd

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...