Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar terus mengembangkan kompetensi siswa dan guru pada bidang literasi yaitu kemampuan dalam menulis baik itu menulis cerpen, puisi, pantun, berita dan publik speaking.
Sebanyak dua puluh tujuh orang guru MIN 27 Aceh Besar yang tergabung dalam kelompok Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) hari ini menulis pantun talibun.
Pantun talibun jenis puisi lama atau pantun yang memiliki jumlah baris lebih dari empat dan selalu genap. Seperti enam, delapan dan sepuluh. Sama seperti pantun biasa, talibun juga terbagi menjadi bagian sampiran dan isi. Pola rima mengikuti pola akhir yang selaras, seperti a-b-c-a-b-c untuk enam baris.
Kegiatan menulis ini dilaksanakan di luar madrasah yaitu Pantai Ulee Lheu dengan tujuan wisata literasi bagi guru agar mendapat imajinasi dan inspirasi dalam menulis apalagi ada beberapa guru sebagai penulis pemula atau pendatang baru. Para guru mulai menulis pantun talibun setelah mendapatkan arahan dan bimbingan dari ibu kepala madrasah. Setelah memberikan waktu dan kesempatan kepada para guru untuk menulis, ibu Naswati, S.Ag kemudian mengoreksi tulisan pantun talibun tersebut sehingga telah sesuai dengan aturan penulisan sebuah pantun talibun.
Adapun manfaat dari menulis pantun talibun adalah melatih kreativitas dalam merangkai kata dalam bait panjang dan genap, menyampaikan ceritan atau nasehat secara puitis serta melestarikan warisan sastra budaya Melayu.
Kepala madrasah Naswati, S.Ag sebagai penggerak literasi mengatakan bahwa “kegiatan menulis ini merupakan sebagai bentuk kepedulian madrasah dalam rangka meningkatkan kemampuan guru dalam pembiasaan menulis terlebih lagi sebagai guru profesional yaitu guru bersertifikasi”.
Semoga dengan adanya kegiatan menulis ini guru MIN 27 Aceh Besar akan terbiasa dalam menulis dan menjadikan sebuah hobi untuk menghasilkan sebuah karya.
