ACEH BESAR – Semangat literasi terus membara di kalangan siswa Madrasah Ibtidaiyah di Aceh Besar. Hari ini, Kamis (22/01/2026), Panitia Festival Literasi Aceh (FLA) 1 MIN 27 Aceh Besar : Afidayani,S.Ag.M.Pd dan Sri Hastuti,S.Pd.I sukses melaksanakan pendampingan Wisata Literasi bagi kontingen MIN 10 Aceh Besar gelombang kedua.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB). Sebanyak 32 peserta didik dari MIN 10 Aceh Besar antusias mengikuti rangkaian agenda yang dipusatkan pada pengembangan minat bakat menulis (Literasi). Kehadiran para peserta didik didampingi langsung oleh Kepala MIN 10 Aceh Besar, Bapak Hardini, S.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk mengasah kemampuan ekspresi diri siswa melalui tulisan.
”Kami ingin siswa tidak hanya pandai membaca, tapi juga mampu menuangkan gagasan. Pendampingan dari tim FLA 1 MIN 27 ini sangat membantu kami dalam memetakan potensi menulis anak-anak,” ujar Hardini di sela-sela kegiatan.
Berbeda dengan sesi sebelumnya, pendampingan gelombang kedua ini fokus pada tema “Pengalaman Pribadi”. Para siswa diajak untuk menggali memori berkesan dalam hidup mereka dan menyusunnya menjadi narasi yang menarik.
Koordinasi kegiatan dipimpin langsung oleh Siti Jusnita Sri Rezeki, S.Pd.I, selaku koordinator, bersama tim guru pendamping yang terdiri dari:
Novia Ilyani, S.Pd.
Nurul Wahyuni, S.Pd.
Zikratul Ulya, S.Pd.
Ranita Rahayu, S.Pd.
Zaki Rullah, S.Pd.
Para guru pendamping bertugas memberikan bimbingan teknis, mulai dari pemilihan diksi hingga struktur penceritaan, sehingga setiap anak mampu menghasilkan karya orisinal yang menyentuh.
Kegiatan wisata literasi ini diharapkan menjadi bekal kuat bagi peserta didik MIN 10 Aceh Besar dalam mengikuti GSMB mendatang. Kerja sama antar-madrasah seperti yang dilakukan oleh MIN 27 dan MIN 10 Aceh Besar ini menjadi potret positif bagi kemajuan ekosistem pendidikan di wilayah Aceh Besar.
Dengan berakhirnya pendampingan gelombang kedua ini, karya-karya siswa yang bertemakan pengalaman pribadi tersebut akan dikurasi untuk kemudian dibukukan sebagai bagian dari prestasi literasi sekolah.
Oleh: Sri Hastuti,S.Pd.I (Persgu MIN 27 Aceh Besar).
