WhatsApp-Image-2026-03-02-at-15.25.45
PENDIDIKAN PANCASILA MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK YANG BERAKHLAKUL KARIMAH

Oleh: Rahmawati, S.Pd (Guru MIN 27 Aceh Besar)

Alhamdulillah Puji syukur kehadirat Allah Subhanahuwata’ala atas limpahan rahmat dan karuniaNya . Pada kesempatan yang sangat istimewa ini penulis ingin memaparkan satu uraian mengenai Pendidikan Pencasila , merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didk secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki pengetahuan, kepribadian, dan keahlian. Pendidikan karakter dan moral ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa Indonesia kepada peserta didik. Tujuan utamanya adalah membentuk peserta didik agar paham hak dan kewajibannya, beriman, berakhlak mulia, menjunjung tinggi persatuan, serta mampu memecahkan masalah pembangunan bangsa sesuai nilai Pancasila
Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara harus diinternalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui gerakan Merdeka Belajar telah berkomitmen untuk terus mengedepankan Pendidikan Pancasila sebagai bagian dari penguatan proil Pelajar Pancasila. Pendidikan Pancasila dalam Kurikulum Merdeka bertujuan membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Upaya melahirkan Pelajar Pancasila merupakan tujuan dari Pendidikan nasional yang harus kita raih terus menguatkannya sejak usia dini. Pendidikan Pancasila dengan semangat Merdeka Belajar insya Allah akan membentuk generasi penerus yang berintegritas, beretika, dan memiliki semangat kebangsaan yang kokoh., membentuk warga negara yang paham hak dan kewajibannya, beriman, berakhlak mulia, menjunjung persatuan, serta mampu memecahkan masalah pembangunan bangsa sesuai nilai Pancasila.
Peserta didik akan memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila memiliki fungsi dan peranan penting sebagai pedoman dalam setiap aktivitas di berbagai bidang masyarakat Indonesia . Dengan menanamkan kecintaan kepada Pancasila,mereka akan mrmiliki cita-cita untuk menjaga dan mempertahan ideologi negaranya. Hal ini tentunya harus terus berlanjut satu generasi ke generasi berikutnya, karena mempertahankan ideologi negara merupakan tanggung jawab bersama seluruh rakyat Indonesia. Dan mereka akan menjadi bagian masyarakat yang berperan penting dalam menjaga dan mengimplementasikan seluruh nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat. Merekalah nanti akan menjadi armada dalam kemajuan bangsa dan negara ini, mengisi pembangunan dan mempertahankan ideologi dan kemerdekaan bangsa. Menjadi insan akademis yang memiliki pemikiran yang kritis, karakter yang kuat, kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, dan mampu memahami pengetahuan dan teknologi sehingga dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dengan baik,untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia pada masa yang akan datang.
Sebagai garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaharuan dan pembangunan bangsa, diharapkan mampu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia selama ini. Jadilah peserta didik yang bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan untuk menempa diri, terlebih bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu di berbagai bidang keahlian, agar dapat menjadi pribadi-pribadi yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, percaya diri, inovatif, dan memiliki kesetiakawanan sosial dan semangat pengabdian terhadap masyarakat, bangsa dan negara yang tinggi.
Pendidikan Pancasila merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didk yang berakhlakul karimah, melalui Pendidikan Pancasila, peserta didik diajarkan tentang nilai-nilai luhur Pancasila, seperti pentingnya memiliki ketaqwaan kepada Allah Ta’ala,,menhormati martabat orang lain,gotong-royong,toleransi,keadilan sosial, persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara, bermusyawarah,dan menjalani kehidupan dengan landasan kesetaraan dan kesejahteraan bersama seluruh rakyat Indonesia. Hal ini sejalan dengan menerapkan Akhlakul Karimah agar tumbuh kembang moral anak tidak jauh dari sikap-sikap yang diajarkan dalam agama Islam yang dikaikan konsep Rahmatan Lil ‘Alamiin pada kurikulum Merdeka. Konsep ini merupakan tujuan utama dari pendidikan Islam adalah suatu proses spiritual, akhlak, intelektual, dan sosial yang berusaha membimbing manusia dan memberinya nilai- nilai, prinsip-prinsip dan teladan ideal dalam kehidupan yang bertujuan mempersiapkan kehidupan dunia akhirat. Berdasarkan penjelasan tersebut inti dari nilai-nilai Pancasila dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam pendidikan Islam memiliki tujuan yang sama yaitu agar manusia dapat hidup dengan damai guna kemaslahatan umat dan menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta ini.
Pendidikan akhlak merupakan permasalahan utama yang menjadi tantangan manusia sepanjang sejarahnya.Sejarah bangsa-bangsa yang diabadikan dalam al Quran baik kaum Ad, Tsamud, Madyan maupun yang didapat dalam buku-buku sejarah menunjukkan bahwa suatu bangsa akan kokoh apabila akhlaknya kokoh dan sebaliknya suatu bangsa akan runtuh bila akhlaknya rusak. Pendidikan akhlak adalah pendidikan mengenai dasar- dasar moral (akhlak) dan keutamaan perangai, tabiat yang dimiliki dan harus dijadikan kebiasaan oleh anak sejak kanak-kanak hingga ia menjadi mukallaf. Tidak diragukan bahwa keutamaan-keutamaan moral, perangai dan tabiat merupakan salah satu buah iman yang mendalam, dan perkembangan religius yang benar. Realitanya, perilaku serta budi pekerti (akhlak) dari pelajar saat ini sangatlah memprihatinkan, diantaranya mereka cenderung bertutur kata yang kurang baik, bertingkah laku yang kurang sopan, dan tidak lagi patuh terhadap orang tua maupun gurunya. Hal ini tentu saja dipengaruhi kondusif tidaknya pendidikan budi pekerti yang mereka dapatkan, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Pengembangan nilai-nilai Pancasila sangat dibutuhkan peserta didik sebagai upaya untuk pembinaan sikap moral i peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.
Guru sebagai pendidik jabatan menerima tanggung jawab dari tiga pihak yaitu orang tua, masyarakat dan negara. Tanggung jawab dari orang tua diterima guru atas dasar kepercayaan. Bahwa guru mampu memberikan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan perkembangan peserta didik dan diharapkan pula dari pribadi guru memancar sikap dan sifat yang normatif seperti kasih sayang kepada peserta didik dan tanggung jawab kepada tugas pendidik. Guru sebagai pendidik tidak hanya mentransfer ilmu saja akan tetapi juga mentransferkan nilai kepada peserta didik. Menstransferkan nilai merupakan hal yang paling sulit dilakukan karena tidak dapat diukur dalam ilmu pasti hanya saja dapat dilihat dari sikap sehari-hari. Nilai-nilai yang ditransferkan kepada peserta didik yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, kerakyatan dan keadilan yang dalam hal ini termaktub dalam nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila tersebut sesuai dengan ajaran Islam yang mana peranan pendidikan Islam merupakan salah satu bentuk manifestasi dari cita-cita hidup Islam yang bisa melestarikan, mengalihkan, menanamkan (internalisasi), dan mentransfomasi nilai- nilai Islam kepada generasi penerusnya sehingga nilai-nilai kultural-religius yang dicita- citakan dapat tetap berfungsi dan berkembang dalam masyarakat dari waktu ke waktu.
Akhlakul karimah adalah akhlak yang baik atau terpuji. Semua manusia harus memiliki sifat akhlakul karimah ketika hidup di dunia. Akhlakul karimah atau Akhlak mulia atau sikap terpuji yaitu suatu sikap yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam. Bagi seseorang yang memiliki akhlakul karimah maka akan selalu disenangi oleh sesama manusia, bahkan tidak hanya itu jika orang berperilaku sesuai ajaran agama islam maka sudah pasti baik dimata Allah. Dan kelak kemudian akan masuk ke dalam surga bersama Nabi Muhammad saw, seperti yang terkandung dalam Hadist Nabi Muhammad sebagai berikut: “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan orang yang paling dekat tempatnya dariku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik budi pekertinya di antara kalian” Hal tersebut juga berlaku dalam kondisi kita sekarang. Dengan melihat suatu kondisi suatu bangsa atau suatu negara dapat menjadi warga negara yang terdiri dari orang-orang yang berakhlak mulia atau berbudi luhur. Malah, bila warganya berakhlak buruk maka rusak pulalah bangsa dan Negara itu. Karena suatu bangsa dikenal karena akhlaknya (budi pekertinya) jika budi pekertinya telah runtuh maka runtuh pulalah bangsa itu. Dari itu mari kita menerapkan nilai- nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kita bentuk karakter bangsa yang kuat dan berakhlakul karimah.Teruslah berusaha untuk menjadi bangsa yang beradab,berkarakter, dan berakhlakul karimah,sehingga negara kita menjadi contoh bagi bangsa- bangsa lain di dunia.
Inilah sekilas ulasan dari saya semoga menjadi inspirasi bagi anak bangsa . Aamiin

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...