1000448668
Pengalaman Bersama Nyalanesia

Halo, teman-teman semua!

Perkenalkan, nama saya Ananda Suhaila dari kelas III Al-Bashir.

 

Kali ini, saya akan menceritakan sebuah cerita pendek tentang pengalaman saya bersama Nyalanesia.

 

Cerita dimulai pada malam hari. Sekitar pukul 21.00 WIB, saya bersiap untuk menunaikan salat Isya. Setelah berwudu dan melaksanakan salat, saya tiba-tiba teringat bahwa besok adalah hari kegiatan Nyalanesia. Saya pun segera bergegas menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan agar tidak ada yang tertinggal.

 

Keesokan paginya, saya bangun dengan semangat dan langsung bersiap-siap. Setelah sarapan, saya segera berangkat menuju sekolah.

 

Sesampainya di sekolah, saya langsung menuju kelas. Rasa tidak sabar menyelimuti hati saya karena bus yang akan menjemput kami sudah hampir sampai. Begitu masuk ke dalam bus, saya memilih duduk di samping jendela agar bisa menikmati pemandangan indah di sepanjang perjalanan.

Bus pun sampai dan saya segera turun. Saya bersama teman-teman langsung berbaris untuk melihat siapa yang akan menjadi pendamping kami. Akhirnya, terpilihlah Ibu Razila yang akan mendampingi kami semua.

 

Saya menulis sebuah cerita berjudul “17 Agustus”. Saya menyusun karangan tersebut dengan penuh semangat dan rasa ceria. Ketika waktu istirahat tiba, kami makan bersama. Sebelum makan, kami menyempatkan diri untuk membaca doa terlebih dahulu.

 

Setelah istirahat, kami melanjutkan kegiatan mengarang. Kemudian, kami melaksanakan salat Zuhur berjemaah. Selesai salat, kami bermain sejenak sebelum akhirnya bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing.

 

Sekian cerita dari saya, Ananda Suhaila.a

Wssalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...