1000455063
Pengalamanku Menjadi Narasumber Di hari Anak Nasional 2025

Pengalamanku Menjadi Narasumber

Di hari Anak Nasional 2025

Karya : Syarifah Aisyah

VI Ar-Rasyid

Halo semuanya kembali lagi dengan ku Syarifah Aisyah …

Nah, disini aku ingin menceritakan tentang pengalamanku menjadi nara sumber di hari anak nasional.

Pada tanggal 13 September sekolahku mengadakan perayaan hari anak nasional secara live di IG MIN 27 Aceh Besar semua sangat senang dan antusia, karena serangkaian kegiatan yang dibuat oleh Sekolah, dihari itu sangatlah menyenangkan.

Pada pukul 8 pagi kami semua di ajak untuk senam anak Indonesia bersama – sama, senam dengan irama yang sangat energik semangat bergerak dan melompat sesuai irama yang ada gerakan yang dicontohkan oleh bapak pemandu, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama di area lapangan sekolah. Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan.

Ternyata rangkaian kegiatan hari anak nasional tidak berhenti hanya sampai disitu loh…

Tanggal 4 Agustus 2025 menjelang tengah malam ibu kepala Madrasah menginformasikan ummiku bahwa aku diminta kesediaan untuk ikut bersama Ibu May untuk hadir dalam kegiatan talkshow terkait hari anak nasional di serambi dan kegiatan talkshow ini juga dihadiri oleh kak Cellia Anastasya ketua forum anak tanah rencong.

Tak lama kemudian ummiku memberikan kabar tersebut kepada ku aku yang mendengarnya merasa sangat senang karena aku dipercaya oleh Sekolah untuk mewakili sekolahku. Aku pun segera berlatih berbicara di depan kaca kamarku agar aku tidak terlalu gugup Ketika di wawancara.

Keesokan harinya…

Aku segera bersiap dengan penuh semangat, sesampainya di Sekolah aku langsung diarahkan ke ruang kepala Sekolah untuk briefing dengan ibu May.

Setelah selesai dari briefing aku dan Ibu May segera pergi ke Serambi Indonesia karena sudah jamnya selama perjalanan aku merasa sangat gugup, akhirnya aku mencoba untuk menenangkan diri agar tidak gugup.

Sesampainya di Serambi Indonesia…

Aku pun masuk ke lobby serambi Indonesia, suasananya sangat diam dan tenang di tambah udara yang sangat sejuk, udara yang sejuk itu tiba – tiba membuatku gugup lagi, aku menarik nafas dengan tenang dan segera naik ke lantai 2.

Tak lama kemudian setelah aku dan Ibu May menunggu akhirnya Kak Cellia datang, kemudian aku pun masuk ke ruang wawancara aku pun duduk di samping Ibu May pertama – tama aku dan Ibu May memperkenalkan diri kemudian aku mulai di wawancara setelah perkenalan kemudian ada 1 pertanyaan dari pewawancara untukku “ Apa kata – kata Aisyah untuk teman – teman Aisyah “kemudian aku menjawab “ Kita sebagai anak Indonesia itu wajib memiliki mimpi yang besar dan bercita – cita tinggi, dan kita juga sebagai anak Indonesia juga berhak hidup bebas dan hidup bahagia tanpa kekerasan dan bullying karena kejadian kekerasan dan bullying masih ada terjadi di beberapa Sekolah, lingkungan rumah, dan lain – lainnya.

Setelah penutupan kami pun ingin pulang tetapi Pak Yarmen bilang “Ayo keliling – keliling dulu” tanpa ragu kami pun menerima tawaran itu, tapi tiba – tiba aku tertarik dengan 1 ruangan kemudian aku melihat isi ruangan itu dan isinya studia, aku merasa sangat senang kemudian aku memasuki ruangan itu bersama buk May di studio itu kami berfoto bersama – sama.

Setelah dari ruangan itu kami diajak oleh Pak Yarmen ke pabrik koran dan buku, di sana terdapat sangat banyak kertas yang digulung menjadi bulatan yang besar.

Kata Pak Yarmen “Hati – hati jika didekat gulungan kertas yang bertingkat itu, jika tertimpa bisa terluka bahkan bisa sampai meninggal “Aku yang mendengarnya otomatis berpindah tempat dari tumpukan kertas gulungan itu.

Kemudian aku bertanya kepada Kak Cellia “Kakak deg – degan nggak tadi pas di wawancara ?” lumayan gugup sih kata Kak Cellia, dari yang awalnya aku hanya terdiam tak berbicara menjadi banyak bicara dengan Cellia mulai dari yang awalnya malu – malu menjadi berani untuk berbicara kepada Kak Cellia, bahkan di akhir pertemuan kami sampai merangkul dan bergandengan tangan.

Semoga kita bisa ketemu lagi ya Kak Cellia …

Jadi inilah pengalaman Aisyah Ketika menjadi narasumber di Serambi Indonesia segini dulu ya cerita dari Aisyah … Bye…. Bye ….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...