Hai, nama saya Aqil. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya ketika mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris.
Perjalanan saya mengikuti olimpiade dimulai ketika saya mengikuti bimbingan belajar. Awalnya, saya masih banyak menemukan kosakata dan materi Bahasa Inggris yang belum saya ketahui. Namun, saya terus belajar sedikit demi sedikit hingga akhirnya mulai memahami dan menguasainya.
Saya belajar bersama Miss Oca dan Miss Alfi. Mereka membimbing saya dengan sabar dan membantu saya mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris. Saya merasa senang karena mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti bimbingan.
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Pada hari pelaksanaan olimpiade, saya pergi menggunakan mobil Ibu Masriana bersama Miss Alfi dan Sayyid. Di perjalanan, saya mulai merasa mual. Sesampainya di lokasi, rasa mual saya semakin kuat hingga saya hampir muntah.
Ketika olimpiade dimulai, saya berusaha mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya. Namun, saya kurang fokus karena masih merasa mual. Meskipun begitu, saya tetap berusaha menjawab semua soal sesuai dengan kemampuan saya.
Setelah selesai mengerjakan soal, saya bersama Sayyid keluar dari ruangan dan mengumpulkan lembar jawaban. Setelah itu, kami berkumpul bersama ibu-ibu guru. Di sana juga ada beberapa teman lainnya, seperti Arsyad dan Kamayel.
Kemudian, kami diberikan kotak yang berisi kue dan air minum. Setelah makan, saya dan Bang Arsyad pergi membeli jajanan. Setelah selesai jajan, kami semua berfoto-foto bersama. Tidak lama kemudian, kami pun kembali ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, saya menunggu pengumuman hasil olimpiade dengan penuh harapan. Saya berharap bisa mendapatkan medali. Saya membayangkan betapa senangnya jika usaha dan latihan yang saya lakukan membuahkan hasil.
Namun, soal-soal yang diberikan oleh panitia ternyata boleh dibawa pulang. Saya pun bertanya kepada guru pembimbing tentang soal-soal tersebut. Saya ingin mengetahui apakah jawaban saya benar atau masih banyak yang salah.
Setelah diperiksa, ternyata dari 50 soal yang saya kerjakan, hanya *26 soal yang benar, sedangkan 24 soal lainnya salah.*
Kemudian saya berkata kepada ibu
“Tidak apa-apa, ya, Umma. Yang penting Aqil sudah berusaha.”
Ibu menjawab,
“Iya, Nak. Tidak apa-apa. Nanti kita coba lagi, ya.”
Jawaban Ibu membuat saya merasa lebih tenang. Saya menyadari bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Saya masih bisa belajar dan mencoba lagi di kesempatan berikutnya.
Benar saja, pada tanggal 19 September 2026, pengumuman hasil Olimpiade Bahasa Inggris diumumkan. Kali ini, saya belum beruntung mendapatkan medali.
Namun, ada kabar gembira dari teman saya, Sayyid. Ia berhasil mendapatkan medali perunggu.
Selamat kepada Said! Saya ikut merasa senang dan bangga atas keberhasilannya.
Meskipun saya belum berhasil mendapatkan medali, saya tidak akan menyerah. Insya Allah, jika ada kesempatan untuk mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris lagi, saya pasti akan ikut kembali. Saya akan terus belajar, berlatih, dan memperbaiki kesalahan saya.
Saya sangat menyukai pelajaran Bahasa Inggris. Oleh karena itu, pengalaman ini justru membuat saya semakin semangat untuk belajar. Saya percaya bahwa keberhasilan tidak selalu datang pada percobaan pertama. Yang terpenting adalah berani mencoba, mau belajar, terus berusaha, dan tidak mudah menyerah.
Demikian cerita pengalaman saya mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris. Semoga pengalaman ini dapat menjadi pelajaran bagi saya untuk menjadi lebih baik lagi.
Sekian cerita dari Aqil. Terima kasih sudah membaca.
Dadah! Sampai jumpa di cerita berikutnya!
Karya: Rahmat Aqil Alfatan
Kelas : II Al Mukmin
