1000445310
Persahabatan Kelas 3 Al-Azis

“Persahabatan Kelas 3 Al-Azis”

MIN 27 Aceh Besar Pagi yang cerah menyinari halaman MIN 27 Aceh Besar. Anak-anak berlarian menuju kelas mereka masing-masing. Di kelas 3 Al-Azis, suasana sudah ramai dengan tawa dan cerita para siswa/siswi. Di kelas itu ada empat sahabat dekat: Ziya, Salsa, Viona, dan Riri. Mereka selalu duduk berdekatan dan sering belajar bersama. Jika ada yang tidak mengerti pelajaran, mereka saling membantu. Suatu hari, Bu Guru masuk ke kelas sambil membawa beberapa kertas. “Anak-anak, minggu depan kita akan membuat pentas kecil tentang persahabatan. Kalian akan bekerja dalam kelompok,” kata Bu Guru. Semua siswa/siswi terlihat bersemangat. Ziya langsung berkata kepada teman-temannya, “Bagaimana kalau kita satu kelompok?” “Tentu saja!” jawab Salsa dengan senyum. Mereka pun mulai berdiskusi tentang cerita yang akan mereka tampilkan. Viona mengusulkan membuat cerita tentang anak-anak yang saling membantu saat ada teman yang kesulitan. Riri menambahkan, “Kita juga bisa menunjukkan bahwa teman yang baik selalu saling menyemangati.” Setiap hari setelah pelajaran selesai, mereka berlatih bersama di kelas. Kadang mereka tidak lupa dialog dan tertawa bersama. Walaupun begitu, mereka tetap semangat. Pada hari pentas tiba, semua siswa berkumpul di aula sekolah. Ketika giliran kelas 3 AlAzis tampil, Ziya dan teman-temannya maju ke depan dengan sedikit gugup. Namun saat pertunjukan dimulai, mereka tampil dengan percaya diri. Cerita mereka tentang persahabatan membuat banyak siswa tersenyum dan terharu. Setelah pertunjukan selesai, Bu Guru berkata dengan bangga, “Penampilan kalian sangat bagus. Kalian menunjukkan arti persahabatan yang sebenarnya.” Ziya, Salsa, Viona, dan Riri saling melihat lalu tersenyum. Bagi mereka, persahabatan di kelas 3 Al-Azis MIN 27 Aceh Besar bukan hanya cerita di atas panggung, tetapi juga kenyataan yang mereka rasakan setiap hari—saling membantu, saling mendukung, dan selalu bersama dalam suka maupun duka. 🌟

Karya: Vina Ziya Zulima
Kelas : 3 Al-Azizi

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...