1000143509
Peserta Didik MIN 27 Aceh Besar Siap Berlaga di Olimpiade OSI Grand Final Nasional Jakarta

Aceh Besar, 25 Maret 2025 – Salah satu peserta didik MIN 27 Aceh Besar mengikuti Semi Final ajang bergengsi Olimpiade Omni Sains Indonesia (OSI) dan berhasil meraih kemenangan di dua mata pelajaran dialah Maryam Al Fiyah Azka peserta didik kelas 4 Al Khaliq ini meraih medali perunggu bidang IPA dan Bahasa Inggris. Prestasi yang sangat luar biasa karena bisa menyabet juara di dua bidang sekaligus ini berarti Maryam Alfiyah Azka akan melaju ke babak selanjutnya yaitu OMNI SAINS GRAND FINAL OSI Tk.
Nasional yang akan diselenggarakan pada tgl 21-22 Juni 2025 di Jakarta.


Maryam akan menjadi salah satu perwakilan Provinsi Aceh bersama dengan dua peserta lainnya yang berasal dari SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh dan MI BQSR.
Sebuah kebanggaan tersendiri ketika Maryam berhasil lolos dalam 2 bidang mata pelajaran.
Keberhasilan Maryam ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga merupakan kebahagiaan dan kebanggaan bagi seluruh keluarga besar MIN 27 Aceh Besar. Pencapaian ini memberikan semangat dan inspirasi bagi seluruh komunitas sekolah, sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pengembangan karakter, keterampilan berpikir kritis, dan inovasi dalam proses pembelajaran.
OSI merupakan kompetisi bergengsi tingkat nasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Kompetisi ini memberikan kesempatan berharga bagi para pelajar untuk berkompetisi di tingkat nasional, yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang mendorong peserta didik untuk berprestasi dan mengembangkan potensi sesuai dengan bakat dan minat mereka. Dalam hal ini, Maryam menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap bidang IPA dan Bahasa Inggris, yang dipelajarinya dengan antusias di bawah bimbingan guru-guru yang mendukung melalui pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berorientasi pada potensi individu.
Terpilihnya Maryam untuk mewakili Provinsi Aceh dalam ajang OSI adalah sebuah prestasi yang luar biasa, mengingat ketatnya persaingan di tingkat provinsi. Ia berhasil menunjukkan kemampuan akademik yang mumpuni, serta dedikasi dan semangat yang luar biasa dalam bidang IPA dan Bahasa Inggris. Prestasi ini tidak hanya membanggakan dirinya dan sekolah, tetapi juga turut mengharumkan nama Aceh Besar dan Provinsi Aceh di tingkat nasional.
Naswati, Kepala MIN 27 Aceh Besar, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pencapaian ini. Beliau menekankan bahwa prestasi ini tidak terlepas dari peran penting para guru pembimbing, dewan guru, serta dukungan penuh dari orang tua yang senantiasa memberikan motivasi dan dorongan kepada peserta didik. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, peran aktif orang tua dan guru sebagai fasilitator dan motivator sangat krusial dalam menciptakan ruang bagi peserta didik untuk belajar dengan cara yang menyenangkan dan menantang.
“Kami berharap kesempatan ini dapat menjadi langkah awal bagi Maryam untuk terus mengembangkan potensinya, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pengembangan karakter, jiwa kepemimpinan, dan keterampilan non-akademik,” ujar Naswati. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan utama Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pengembangan karakter dan keterampilan hidup, di samping kecerdasan akademik.
Keikutsertaan dalam kegiatan OSI ini juga memberikan gambaran yang jelas bahwa melalui kompetisi semacam ini, anak-anak Aceh memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berprestasi di berbagai bidang, sehingga dapat mengharumkan nama daerah. Partisipasi dalam kompetisi ini merupakan salah satu implementasi bagaimana Kurikulum Merdeka dapat mendorong peserta didik untuk tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi individu yang percaya diri, kreatif, dan siap bersaing di tingkat global.
Penulis: Nur Afni, S.Pd.I

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...