WhatsApp-Image-2026-03-16-at-08.25.55
PJOK kegemaran Ku

T. M. Husain Zubaili
Kelas 4 As-Sami’

       Setiap hari Senin, saya mengikuti upacara bendera. Selesai upacara saya dan teman-teman sarapan pagi dan dilanjutkan belajar seperti biasa. Bel berbunyi tanda waktu istirahat telah tiba. Setelah istirahat kami belajar kembali dan waktunya pulang, hooreeeeee…
       Keesokan harinya Selasa, saya dan teman-teman mengikuti aktivitas senam pagi sebelum proses pembelajaran. Karena halaman sekolah kami sempit, bagi teman-teman lain yang tidak mengikuti senam pagi, mereka membaca Al-Qur’an lima belas menit (Limit) di dalam kelas. Kemudian masuk kelas dan mengikuti pelajaran.
       Hari berikutnya adalah hari Rabu. Hari yang selalu ku tunggu-tunggu. Saya sangat senang dan gembira di hari Rabu. Karena ada satu pelajaran yang sangat ku suka yaitu PJOK. PJOK adalah pelajaran olahraga. Saya dan teman-teman bisa bermain di luar kelas setelah selesai menulis dan mendengarkan penjelasan dari guru di dalam kelas. Materi PJOK pada semester dua ini adalah bulutangkis. Saya sangat suka permainan bulutangkis. Saya pun belajar dan berlatih dengan semangat sehingga tanpa terasa waktunya telah habis. Kami berganti pakaian  dan masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan pelajaran berikutnya.
       Begitulah hari-hari yang saya jalani di sekolah. Dalam satu minggu ada hari yang selalu ku tunggu dan tak ingin terlewatkan begitu saja. Saya bisa belajar dan bermain sepuasnya pada saat pelajaran PJOK. Walaupun halaman sekolah kami sempit kami bisa bermain dengan riang gembira.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Legenda Danau Laut Tawar

Sumber Youtube MIN 27 Aceh Besar Dari video ini menceritakan tetntang kisah Danau laut Tawar dalam bentuk story telling. Story telling ini dibawakan oleh Nurul Izzah siswi MIN 27 Aceh Besar pada ajang lomba Marssal 8 MTsN Model Banda Aceh. Dalam story telling ini menceritakan pada zaman dahulu di tanah Takengon, Aceh hiduplah seorang putri

Baca selengkapnya...

Sang Inspirator

    Menurut Peter F.Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya”. Berbicara mengenai pemimpin … sosok kepala Madrasah MIN 27 Aceh Besar sudah malang melintang dalam dunia pendidikan, sudah banyak sekolah yang dibawah kepemimpinan beliau berhasil menjadi sekolah favorit. Hal tersebut tidaj

Baca selengkapnya...